Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akankah Trump Putuskan Hubungan Dagang dengan China?

Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump mengatakan dia tidak ingin berbicara dengan Presiden China Xi Jinping saat ini dan tengah mempertimbangkan tentang status hubungan perdagangan terbesar di dunia itu setelah kedua negara terlibat pertikaian terkait penyebaran virus corona.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  07:50 WIB
Presiden China Xi Jinping, Ibu Negara China Peng Liyuan, Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania menghadiri makan malam kenegaraan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 9 November 2017. - Reuters
Presiden China Xi Jinping, Ibu Negara China Peng Liyuan, Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania menghadiri makan malam kenegaraan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Cina, 9 November 2017. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump mengatakan dia tidak ingin berbicara dengan Presiden China Xi Jinping saat ini dan tengah mempertimbangkan tentang status hubungan perdagangan terbesar di dunia itu setelah kedua negara terlibat pertikaian terkait penyebaran virus corona.

Ketika ditanya apakah dia telah berbicara dengan Xi baru-baru ini, Trump mengatakan bahwa keduanya memiliki "hubungan yang sangat baik", tetapi "saat ini dirinya tidak ingin berbicara dengan Xi.

“Saya tidak ingin berbicara dengannya,” ujar Trump seperti dikutip Bloomberg, Jumat (15/5/2020),

Trump mengatakan bahwa “kami dapat memutuskan seluruh hubungan. Jika kami melakukannya, apa yang akan terjadi? Anda akan menghemat US$500 miliar, katanya.

Trump berusaha menyalahkan China atas pandemi Covid-19, karena kepercayaan publik terhadap penanganan wabah AS telah merosot. Lebih dari 1,3 juta kasus Covid-19 muncul di AS dan setidaknya 82.900 kematian atau jumlah terbanyak di dunia.

China telah melaporkan hanya sekitar 4.600 kematian akibat penyakit ini.

Trump dan beberapa sekutunya telah membahas bagaimana menghukum Beijing atas wabah itu, meskipun setiap langkah ekonomi berisiko membahayakan AS.

Negara itu sekarang dalam resesi karena praktik pembatasan sosial diberlakukan untuk mengekang pandemi itu.

"Tenaga kerja murah ternyata sangat mahal," kata Trump menyindir China.

Dalam wawancara, Trump mengatakan dia sedang memeriksa perusahaan-perusahaan China yang berdagang di bursa NYSE dan bursa Nasdaq yang tidak mengikuti aturan akuntansi AS.

"Kami melihat itu dengan sangat kuat," katanya, tetapi dia memperingatkan bahwa hal itu bisa menjadi bumerang.

"Katakanlah kita melakukan itu, benar," kata Trump.

“Lalu apa yang akan mereka lakukan? mereka akan memindahkan listing mereka ke London atau ke tempat lain," katanya.

Dia juga menolak menegosiasikan kembali apa yang disebut kesepakatan perdagangan "fase satu" yang dia tandatangani dengan Beijing pada Januari.

"Kami tidak akan melakukan negosiasi ulang," tutur Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xi jinping Donald Trump
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top