Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stabilisasi Harga Bawang Merah, Pemerintah Gunakan Fasilitas Militer

Pemerintah akan memanfaatkan fasilitas TNI untuk pendistribusian bawang merah. Hal itu dilakukan untuk menstabilkan harga bawang merah.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  13:24 WIB
Petani mengeringkan bawang merah setelah dipanen di Kampung Cicayur, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Petani mengeringkan bawang merah setelah dipanen di Kampung Cicayur, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah setuju penggunaan fasilitas militer untuk mendistribusikan bawang merah. Pasalnya harga pokok tersebut masih tinggi karena terkendala distribusi di tengah masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Jadi harga ini karena distribusi. Tadi ada penegasan Bapak Presiden untuk menggunakan fasilitas TNI untuk menerobos. Pengalaman kami kalau udah serang [distribusi stok] ke satu daerah langsung stabilitas terjaga,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui telekonferensi, Rabu (13/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa distribusi melalui jalur darat selama masa pandemi mengalami kendala. Supir yang mendistribusikan bahan pokok ke zona merah, harus menjalani masa isolasi saat kembali ke daerah asalnya. Dengan demikian, mobilitas tidak secepat dalam keadaan normal.

Mentan memastikan bahwa ketersediaan stok bawang merah untuk memenuhi kebutuhan nasional masih aman. Berdasarkan neraca pangan Indonesia stok bawang merah per Mei 2020 sebanyak 78.700 ton. Selain itu pada Juni, bawang merah akan memasuki puncak musim panen.

Hal serupa juga terjadi pada gula pasir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa beberapa jadwal impor gula pasir tertunda karena adanya pembatasan mobilitas di beberapa negara.

Namun, dia berharap pengalihan gula rafinasi menjadi gula konsumsi dapat membantu menekan sembari menunggu stok gula impor.

Terkait bawang merah, Airlangga mengamini bahwa kendalanya adalah distribusi lokal. Hal ini dapat terlihat dari harga bawang merah rata-rata yang berbeda cukup jauh antara pulau Jawa dengan di luar pulau Jawa.

“Harga bawang merah rata-rata di jawa Rp49.000, Rp47.000 dan Rp45.000 [per kilogram], tapi memang kalau lihat di Jayapura ada yg Rp64.000 [per kilogram], di Banda Aceh Rp65.000 [per kilogram], Sulawesi Tengah Rp53.000 [per kilogram], jadi seperti yang disampaikan Pak Mentan ini masalah distribusi yang perlu didorong,” katanya.

Sementara itu dalam pembukaan rapat terbatas, Presiden Jokowi menyoroti dua harga bahan pokok, yakni bawang merah dan gula pasir. Harga rata-rata nasional keduanya hingga saat ini masih di atas harga eceran tertinggi (HET).

Berdasarkan catatan Presiden, harga rata-rata nasional bawang merah Rp51.000 per kilogram, sedangkan gula pasir sekitar Rp17.000 per kilogram. Padahal, HET keduanya, masing-masing secara berurutan, Rp32.000 per kilogram dan Rp12.500 per kilogram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bawang merah harga bahan pokok
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top