Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Tesla Buka Lagi, Elon Musk Tantang Otoritas Menangkapnya

Satu lagi kabar kontroversial tentang Elon Musk. Bos Tesla ini menentang perintah otoritas dengan memulai kembali produksi pabrik mobilnya di Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  08:35 WIB
Bos Tesla Elon Musk. - Bloomberg
Bos Tesla Elon Musk. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Satu lagi kabar kontroversial tentang Elon Musk. Bos Tesla ini menentang perintah otoritas dengan memulai kembali produksi pabrik mobilnya di Amerika Serikat.

Melalui akun Twitter pada Senin (11/5/2020) waktu setempat, Musk menantang perintah otoritas setempat agar perusahaan yang ia pimpin tetap tutup. Ia bahkan secara terbuka mempersilakan dirinya untuk ditangkap karena langkah tersebut.

Tesla memulai kembali produksi hari ini dengan melanggar peraturan Alameda County. Saya akan bersama yang lain. Jika ada yang ditangkap, saya minta tangkaplah saya,” tulis Musk, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Setelah menangkis gugatan pencemaran nama baik dari pertarungan di pengadilan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) tahun lalu, Musk, 48, tampaknya berani mencoba lagi peruntungannya dengan hukum.

Selama berpekan-pekan, Musk merasa tidak terima dengan pembatasan yang dilakukan para pejabat daerah terhadap operasi Tesla sebagai bagian dari upaya demi memperlambat persebaran virus corona.

Pada Sabtu (9/5/2020), ia mengancam akan menarik kantor pusat Tesla dari California dan memindahkannya bersama dengan proyek-proyek masa depan perusahaan ke Nevada atau Texas. Perusahaan ini diketahui memiliki sekitar 20.000 karyawan di wilayah Teluk San Francisco, separuhnya berada di Fremont.

Gubernur California Gavin Newsom berusaha meredakan ketegangan pada Senin pagi, dengan mengatakan bahwa dia yakin Tesla akan dapat memulai operasinya pekan depan.

Scott Haggerty, penyelia kabupaten untuk distrik di Alameda tempat pabrik Fremont Tesla berada, merespons perilaku Musk dengan mengemukakan apa yang terjadi jika Musk ditangkap.

“Akan menjadi hari yang menyedihkan jika polisi Fremont memasuki Tesla dan menangkap Elon Musk. Cuitan-cuitan itu sangat disayangkan. Kita perlu berdiskusi, membicarakan cara kita melalui hal ini dan membuat orang-orang kembali bekerja dengan cara yang aman,” tutur Haggerty.

Pertarungan Musk melawan otoritas Calfornia telah mewakili debat menegangkan yang terjadi di negara-negara bagian dan wilayah di seluruh Amerika mengenai seberapa cepat bisnis harus diizinkan untuk dibuka kembali.

Bagi para pendukung Musk, dia adalah pahlawan yang berjuang melawan intervensi pemerintah yang tidak perlu. Bagi para penentangnya, dia adalah pemimpin yang ceroboh dan impulsif yang mendorong perilaku berbahaya yang dapat menghambat upaya untuk memadamkan pandemi virus ini.

“Saya tidak berpikir Musk bisa berlalu begitu saja dalam menghadapi tatanan kesehatan lokal, yang lebih ketat daripada negara bagian,” tambah Haggerty.

Menyusul cuitan Musk, para pejabat kesehatan wilayah Alameda mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pabrik Fremont Tesla beroperasi di luar apa yang diizinkan dan bahwa pihak otoritas berharap perusahaan akan "mematuhi tanpa langkah-langkah penegakan hukum lebih lanjut".

Wilayah ini telah melakukan dialog berkelanjutan mengenai prosedur penyaringan kesehatan karyawan dan mengatakan akan terus memantau rencana-rencana Tesla.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elon musk tesla
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top