Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Kabar Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika?

Multiplier  effect dari  penyelenggaraan  MotoGP  Mandalika antara  lain  penciptaan  lapangan  kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS, dan menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang/tahun
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  11:16 WIB
Penampakan pembangunan Sirkuit Mandalika yang memasuki tahap penggalian pondasi dan pemadatan struktur lintasan. - Bisnis / David E. Issetiabudi
Penampakan pembangunan Sirkuit Mandalika yang memasuki tahap penggalian pondasi dan pemadatan struktur lintasan. - Bisnis / David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA  – Kelesuan aktivitas publik di tengah Pandemi Covid-19 ternyata tak menyurutkan pembangunan sirkuit jalan raya pertama di dunia untuk MotoGP, Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation  (ITDC).

Saat ini, pembangunan Sirkuit Mandalika yang masih berfokus kepada ground work atau pekerjaan tanah menunjukkan progres positif dengan rincian yaitu land clearing mencapai 428.125  M2 atau 81,57 persen, pemasangan pagar beton precast keliling telah mencapai 5.327 Meter atau 85,23 persen, galian tanah track  sebesar 191.624 M3  atau  84,47 persen, sementara  pekerjaan  timbunan  tanah  mencapai 106.171 M3 atau 29,25 persen.

Selain itu, saat ini juga tengah dilakukan kegiatan penimbunan dan pemadatan pada area track, lokasi akses road outter dan inner termasuk pitlane.

Pekerjaan penimbunan dilakukan layer by layer sesuai dengan elevasi (ketinggian) yang telah ditentukan dalam metode pelaksanaan. Pelaksanaan ground work juga dilakukan sangat detail dan teliti untuk memenuhi standar yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis.

Kegiatan pemadatan dan test ini penting dilakukan guna memastikan bahwa daya dukung pekerjaan timbunan dan kepadatan telah memenuhi persyaratan teknis sebelum memasuki tahap  pengaspalan. 

Kegiatan  konstruksi  Sirkuit  Mandalika juga  terus  dilakukan untuk mengejar penyelenggaraan MotoGP di Indonesia yang akan dimulai tahun 2021.

Seluruh kegiatan pekerjaan tanah dan perbaikan tanah dasar Sirkuit Mandalika, yang dilakukan oleh KSO Wijaya Karya (Persero) Tbk – Bunga Raya Lestari (WIKA-BRL) sebagai kontraktor ini, dilaksanakan dengan selalu mematuhi  tata  laksana/protokol  pencegahan  penyebaran  COVID-19.

Direktur  Utama  ITDC  Abdulbar  M.  Mansoer mengatakan pekerjaan  tanah  merupakan  salah  satu bagian penting dari konstruksi Sirkuit Mandalika dan harus dilakukan dengan tingkat ketelitian dan detil yang  tinggi  agar  sesuai regulasi  dan  standar  dari  Fédération  Internationale  de  Motocyclisme (FIM).

Secara keseluruhan pembangunan Sirkuit Mandalika masih berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan.

"Komitmen kami untuk menyelesaikan proyek nasional ini sesuai dengan arahan Presiden, Kemenko Maritim dan Investasi, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang meminta agar pelaku pariwisata terus menyiapkan dan meningkatkan kualitas destinasi dan atraksi wisata yang dimiliki," ujarnya dalam rilis Selasa (5/5/2020).

Berdasarkan pembicaraan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), unit usaha ITDC yang menangani persiapan dan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, bersama Dorna SL, pemegang lisensi MotoGP di  dunia,  penyelenggaraan  MotoGP  di  Sirkuit  Mandalika  yang  akan  dimulai  pada  2021  ini  tidak mengalami  perubahan,  bahkan  kontrak  akan  diperpanjang  sampai  10  tahun. 

“Kami  meyakini penyelenggaraan  MotoGP  di  The  Mandalika  akan  menjadi  salah  satu  motor  utama  untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata Indonesia paska pandemi COVID-19, dan khususnya untuk NTB di masa depan mengingat multiplier effect-nya yang sangat besar,” papar Abdulbar.

Multiplier  effect dari  penyelenggaraan  MotoGP  Mandalika antara  lain  penciptaan  lapangan  kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS, dan menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang/tahun.

Selain itu, diperkirakan  meningkatkan  belanja  wisatawan  hingga  mencapai  40  juta  dollar  AS  per  tahun dapat dinikmati masyarakat Indonesia khususnya NTB.

MotoGP juga memiliki penggemar yang besar, setiap minggunya ajang MotoGP ditonton hampir 430 juta pemirsa televisi di seluruh dunia dan ini akan memberikan country branding dan benefit yang besar bagi Indonesia.

Sebagai BUMN dengan wilayah usaha di NTB, ITDC juga berpartisipasi aktif dalam penanganan COVID-19 di daerah NTB. ITDC sebagai koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap COVID-19 BUMN Wilayah  NTB bersinergi dengan 33 BUMN lain yang tergabung dalam Satgas, telah menyalurkan total lebih dari 4.700 Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan masyarakat di sejumlah wilayah di NTB sejak 18 April 2020.

Bantuan APD tersebut terdiri dari 880 baju hazmat, 730 masker N95, 120 kotak masker medis, 1.730 sarung tangan, 258 kaca mata goggle, 218 face shield standar, dan 283 sepatu boots yang ditujukan bagi tenaga medis, serta 700 masker kain yang ditujukan bagi masyarakat. Sebagian besar bantuan bagi tenaga medis tersebut telah diserahkan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan COVID-19 di NTB

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mandalika Virus Corona Virus Corona
Editor : Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top