Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pejabat Militer Memata-matai Wartawan di Kolombia Dipecat

Sejumlah pejabat militer di Kolombia dipecat karena melakukan tindakan mata-mata termasuk terhadap wartawan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Mei 2020  |  14:09 WIB
Seorang anak lelaki berjalan di antara prajurit dalam parade militer peringatan kemerdekaan Kolombia ke-208 di Bogota pada Jumat (20/7/2018)./Antara - Reuters
Seorang anak lelaki berjalan di antara prajurit dalam parade militer peringatan kemerdekaan Kolombia ke-208 di Bogota pada Jumat (20/7/2018)./Antara - Reuters

Bisnis.com, BOGOTA – Kementerian pertahanan Kolombia mengumumkan pemecatan 11 pejabat militer dan pengunduran diri seorang jenderal terkait penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap tuduhan bahwa tentara memata-matai wartawan, politisi, hakim, dan anggota militer lain.

Kementerian pertahanan Kolombia tidak menyebutkan nama orang-orang yang diberhentikan atau jenderal yang mengundurkan diri itu.

Jaksa Agung Kolombia membuka penyelidikan pada Januari setelah majalah berita lokal Semana menerbitkan artikel yang menyampaikan tentang tuduhan memata-matai itu.

Ada beberapa skandal peretasan yang melibatkan militer dalam beberapa tahun terakhir, termasuk tuduhan pejabat memata-matai beberapa perunding dalam pembicaraan dengan anggota kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang akhirnya mengarah pada sebuah perjanjian damai pada 2016.

Menteri Pertahanan Carlos Holmes Trujillo mengatakan keputusan untuk memberhentikan para pejabat militer dari tugas mereka dibuat berdasarkan dugaan tersebut.

"Hari ini 11 pejabat akan dicopot dari jabatan mereka dan pensiun dari dinas aktif, juga seorang brigadir jenderal telah meminta untuk secara sukarela diberhentikan dari dinas aktif," kata Trujillo pada suatu konferensi pers.

"Investigasi sedang berlangsung," ujar Trujillo sebagaimana dilansir Antara pada Sabtu (2/5/2020) dengan mengutip Reuters.

Pada Jumat (1/5/2020), majalah berita lokal Semana menindaklanjuti laporannya mengenai kasus mematai-matai tersebut dengan lebih detail, termasuk mencantumkan beberapa nama orang yang diduga menjadi korban.

Laporan itu menyebutkan bahwa akun milik lebih dari 130 orang, termasuk wartawan untuk media asing dan domestik, diretas dan informasi tentang kontak mereka, keluarga dan alamat dikumpulkan. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi laporan itu secara independen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata-mata kolombia

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top