Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah 45 Tahun, Pembunuh Mujibur Rahman Dihukum Mati Tadi Malam

Pemerintah Bangladesh mengeksekusi mati pembunuh Sheikh Mujibur Rahman, pendiri negara itu. Eksekusi dilakukan setelah 45 tahun kasus pembunuhan itu terjadi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 April 2020  |  07:07 WIB
Pemerintah Bangladesh mengeksekusi mati pembunuh Sheikh Mujibur Rahman, pendiri negara itu. Eksekusi dilakukan setelah 45 tahun kasus pembunuhan itu terjadi. - Ilustrasi
Pemerintah Bangladesh mengeksekusi mati pembunuh Sheikh Mujibur Rahman, pendiri negara itu. Eksekusi dilakukan setelah 45 tahun kasus pembunuhan itu terjadi. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Bangladesh mengeksekusi mati pembunuh pendiri negara itu, Sheikh Mujibur Rahman. Eksekusi dilakukan setelah 45 tahun kasus pembunuhan itu terjadi.

Abbdul Majed, seorang mantan kapten militer, digantung di penjara pusat di Keraniganj dekat ibukota Dhaka.

Eksekusi dilakukan satu menit setelah pergantian waktu tadi malam, kata Inspektur Jenderal Penjara Brigjen AKM Mustafa Kamal Pasha seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (12/4/2020).

Majed ditangkap di Dhaka pada Selasa dan disebut oleh Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan sebagai "hadiah terbesar" untuk Bangladesh tahun ini.

Majed secara terbuka mengumumkan keterlibatannya dalam pembunuhan itu dan dilaporkan bersembunyi di India selama bertahun-tahun.

Eksekusi terjadi setelah Presiden Abdul Hamid menolak permohonan grasi yang diajukan Majed. Istri dan anggota keluarga lainnya mengunjungi Majed untuk yang terakhir kalinya kemarin.

Majed adalah satu dari 12 terdakwa yang hukuman matinya diberlakukan oleh Mahkamah Agung negara itu sejak 2009.

Pada 1998, pengadilan percobaan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang terlibat pada pembunuhan pada 15 Agustus 1975.

Rahman dan sebagian besar anggota keluarganya dibunuh oleh sekelompok pejabat militer.

Rahman adalah ayah dari Perdana Menteri saat ini Sheikh Hasina. Hasina bersama adik perempuannya Sheikh Rehana termasuk yang selamat dalam keluarga.

Setelah pembunuhan itu, sejumlah pemerintahan berikutnya tidak menghukum para pembunuh. Kemudian Presiden Ziaur Rahman menempatkan mereka sebagian besar dalam misi diplomatik Bangladesh di luar negeri. Majed malah ditugaskan sebagai Duta Besar Bangladesh untuk Senegal pada 1980.

Ziaur Rahman, mantan kepala militer dan suami dari mantan Perdana Menteri Khaleda Zia, tewas dalam kudeta militer pada 1981.

Pada 2010, lima orang lainnya yang mengaku ikut serta dalam pembunuhan itu dihukum digantung. Satu orang meninggal karena sebab alamiah di Zimbabwe.Enam terpidana lainnya, termasuk Majed, bebas berkeliaran. 

Para pejabat mengatakan setidaknya satu dari mereka ada di Kanada dan satu lagi di Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan Sheikh Mujibur Rahman, Bangladesh merdeka pada 1971 setelah perang sembilan bulan melawan Pakistan Barat yang kini bernama Pakistan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bangladesh hukuman mati
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top