Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Inggris Duga Kemungkinan Kebocoran Lab China Penyebab Penyebaran Corona

Sebagian besar ahli percaya bahwa wabah virus yang telah menyebabkan pandemi COVID-19 dimulai dengan hewan yang menularkan penyakit kepada manusia di dekar pasar di kota Wuhan, tempat hewan hidup dijual.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 April 2020  |  14:31 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Inggris percaya bahwa virus corona baru mungkin secara tidak sengaja bocor dari sebuah laboratorium di kota Wuhan, China tempat para ilmuwan meneliti virus.

Sebagian besar ahli percaya bahwa wabah virus yang telah menyebabkan pandemi COVID-19 dimulai dengan hewan yang menularkan penyakit kepada manusia di dekar pasar di kota Wuhan, tempat hewan hidup dijual.

Akan tetapi sebuah laporan dari Mail on Sunday, menyatakan bahwa pemerintahan dari Perdana Menteri Boris Johnson percaya bahwa adanya kebocoran dari laboratorium terdekat merupakan penjelasan yang paling mungkin terkait penyebab wabah.

“Ada pandangan alternatif yang kredibel [terhadap teori zoonosis] berdasarkan sifat virus. Tetapi mungkin bukan kebetulan bahwa ada laboratorium di Wuhan. Itu tidak bisa didiskreditkan,” kata anggota komite darurat pejabat senior pemerintah Inggris seperti dikutip Business Insider, Selasa (7/4).

Dilaporkan ada dua laboratorium ilmiah di dekat Wuhan, di mana para ilmuwannya diyakini telah melakukan tes pada virus. Kedua laboratorium itu adalah Institute of Virology dan Wuhan Center for Disease Control.

Keduanya berada dalam jarak 10 mil atau sekitar 16 kilometer dari apsar hewan di mana wabah diyakini secara luas telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Beberapa ilmuwan di Amerika Serikat juga percaya bahwa kebocoran laboratorium yang tidak disengaja merupakan teori yang masuk akal.

Richard Ebright, profesor di Rutgers University’s Waksman Institute of Microbiology yang mengatakan banyak ilmuwan di Wuhan yang telah meneliti virus, tetap memiliki perlindungan minimal terhadap infeksi.

“Pengumpulan virus, kultur, isolasi, atau infeksi hewan pada BSL-2 dengan virus yang memiliki karakteristik penularan virus wabah akan menimbulkan risiko besar infeksi pekerja laboratorium, dan dari pekerja ke masyarakat,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa bukti dasar yang tersedia memang telah mengesampingkan kesalahan konstruksi laboratorium, tetapi tidak ada dasar untuk mengesampingkan kecelakaan laboratorium yang mungkin terjadi.

Dengan kata lain, virus corona baru ini bisa diyakini tidak dibuat melalui rekayasa laboratorium, tetapi bisa jadi terlepas dari laboratorium dalam sebuah insiden kecelakaan.

Pemerintahan Inggris memang dilaporkan telah mempertanyakan kebenaran pernyataan China tentang virus corona baru yang dikenal dengan SARS-CoV-2. Pekan lalu pejabat Inggris dilaporkan sangat marah dengan negara China.

Pada 29 Maret, anggota parlemen senior Inggris Michael Gove mengatakan kepada BBC bahwa dia ragu dengan jumlah kasus COVID-19 resmi yang dirilis oleh pemerintahan China.

“Kasus pertama virus corona di China dinyatakan pada Desember tahun lalu, tetapi beberapa kasus pelaporan dari China tidak jelas dalam hal skala, sifat, dan daya menularnya,” katanya.

Sebuah laporan dari Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Inggris pada pekan lalu juga menuduh pemerintah China telah menyebarkan disinformasi tentang penyebaran virus ini.

“Disinformasi tentang COVID-19 telah menelan korban jiwa. Sangat penting bagi pemerintah mengeluarkan pesan yang jelas dan trnsparan untuk menghadapi dan membantah disinformasi yang disebarkan oleh kekuatan asing,” kata komite itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top