Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

India Terapkan Lockdown, PM Modi Minta Maaf

India telah menerapkan kebijakan lockdown sejak Selasa (24/3/2020), dan berlangsung selama 21 hari.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  01:54 WIB
Para pekerja migran dan keluarganya menaiki bus di tengah lockdown yang diberlakukan pemerintah di New Delhi, India, Sabtu (28/3/2020). - Bloomberg/Anindito Mukherjee\n
Para pekerja migran dan keluarganya menaiki bus di tengah lockdown yang diberlakukan pemerintah di New Delhi, India, Sabtu (28/3/2020). - Bloomberg/Anindito Mukherjee\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meminta maaf kepada rakyat India setelah menerapkan kebijakan sweeping dalam lockdown yang dijadwalkan berlangsung selama 21 hari.

BBC melansir Minggu (29/3/2020) waktu setempat, Modi meminta maaf atas dampak dari kebijakan lockdown ketat yang ditetapkannya. Namun, dia menyatakan tidak ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus corona yang sangat cepat.

"Terutama ketika saya melihat saudara-saudara saya yang miskin, saya merasa yakin mereka pasti berpikir, PM macam apa yang menempatkan kita dalam kesulitan ini? Saya terutama meminta maaf kepada mereka," papar Modi.

Dalam kebijakan lockdown yang berlangsung sejak Selasa (24/3), warga India dilarang meninggalkan rumah mereka selama 3 pekan. Seluruh kegiatan bisnis yang tidak esensial ditutup dan hampir semua aktivitas berkumpul warga dilarang.

Hal ini memicu warga perantau di kota-kota besar untuk kembali ke kampung halaman mereka. Tak sedikit yang memilih berjalan kaki karena transportasi dihentikan.

India telah mengumumkan bantuan sebesar US$22 miliar untuk membantu rakyat miskin, termasuk dalam bentuk pangan dan uang tunai.

Bloomberg melaporkan Pemerintah India juga meminta tiap negara bagian untuk mengkarantina pekerja migran selama 14 hari dan mencegah pergerakan orang di perbatasan. Para pekerja migran akan ditampung di fasilitas karantina milik negara.

Mengacu ke data Johns Hopkins CSSE, yang mengumpulkan data dari World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, dan komisi kesehatan China, per Senin (30/3) pukul 01.45 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 di negara Asia Selatan itu tercatat sebanyak 1.024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona

Sumber : BBC, Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top