Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keputusan Pemerintah Soal Mudik Diumumkan Besok

Pemerintah telah membahas secara detail kebijakan mudik tahun 2020 di tengah pandemik virus Corona. Kebijakan ini akan diumumkan besok Selasa.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  17:11 WIB
Jangan Mudik MediaLawanCovid19
Jangan Mudik MediaLawanCovid19

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat terbatas Presiden Joko Widodo dengan Kabinet Indonesia Maju belum menghasilkan keputusan mengenai kegiatan mudik di tengah pandemi virus corona. Rencananya keputusan mengenai hal tersebut akan diumumkan besok, Selasa (31/3/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona atau Covid-19, Doni Monardo, mengatakan bahwa pada hari ini, Senin (30/3/2020) perihal mudik telah dibahas secara detail dengan melibatkan para kepala daerah.

“Jadi mohon bersabar dulu, untuk keputusan ini akan dikeluarkan besok sore. Siapa yang boleh mudik, siapa yang kira-kira dianjurkan tidak mudik dengan beberapa ketentuan yang nantinya akan dikeluarkan oleh pemerintah,” katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo soal Antisipasi Mudik Lebaran 2020 melalui video conference, Senin (30/3/2020).

Seperti diketahui, pemerintah telah berulang kali mengimbau untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Namun situasi tanggap darurat di ibu kota negara, memberikan dampak pada percepatan arus mudik tahun ini.

Presiden Jokowi, dalam pembukaan rapat, mencatat sepanjang 8 hari terakhir, ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabetk ke Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Ini belum dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” katanya.

Doni pun mengatakan bagi masyarakat yang sudah terlanjur mudik, dapat dengan sukarela mengurangi aktivitas sosial dengan orang lain begitu sampai di kampung halaman.

“Selama 14 hari tidak keluar rumah, kalau setiap warga yang pulang ke kampung halaman sukarela berdiam diri di rumah dan membatasi hal fisik, menghindari salaman, pelukan dan apa saja secara fisik berdekatan, akan membantu,” jelas Doni.

Kementerian Perhubungan membenarkan adanya rencana penutupan akses angkutan umum antarkota antarprovinsi (AKAP) dari dan ke DKI Jakarta untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan bahwa hal itu merupakan respon dari munculnya percepatan arus mudik penumpang bus ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Banyak anggota masyarakat yang telah mempercepat mudik ke kampung halaman dengan berbagai alasan. Hal ini dikhawatirkan dapat memperluas penyebaran virus Covid-19 dari DKI Jakarta yang merupakan zona merah ke luar DKI Jakarta khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," paparnya, Senin (30/3/2020).

Adapun hingga Senin (30/3/2020) pukul 12.00 WIB, Indonesia mencatat 129 kasus baru, sehingga total pasien Covid-19 secara akumulasi menjadi 1.414 orang. Dari total pasien tersebut, sebanyak 75 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, sedangkan 122 orang lainnya meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top