Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BSN Revisi SNI 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi lantaran menyebar dengan cepat ke wilayah yang jauh dari pusat wabah. Laboratorium digunakan oleh penguji untuk menguji seseorang positif atau negatif virus tersebut.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  16:39 WIB
Badan Sertifikasi Nasional - bsn.go.id
Badan Sertifikasi Nasional - bsn.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Standarisasi Nasional merevisi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8340:2016 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium guna mengantisipasi dan mengendalikan risiko penggunaan bahan biologis pada laboratorium yang penggunaannya makin meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi lantaran menyebar dengan cepat ke wilayah yang jauh dari pusat wabah. Laboratorium digunakan oleh penguji untuk menguji seseorang positif atau negatif virus tersebut.

Banyak laboratorium yang bekerja dengan menggunakan bahan biologis berbahaya membuat tingkat risiko makin tinggi, baik terhadap petugas laboratorium maupaun keamanan mikrobiologi yang diteliti oleh petugas laboratorium.

Wahyu Purbowasito, Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal, mengatakan SNI 8340:2016 digantikan dengan SNI ISO 35001:2019 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium dan organisasi terkait lainnya.

SNI ISO 35001:2019 merupakan hasil adopsi identik dari ISO 35001:2019 Biorisiko management for laboratories and other related organizations, dengan metode terjemahan dalam bahasa Indonesia.

“Saat ini proses revisi SNI 8340 sudah sampai pada tahap akhir yakni jajak pendapat. Hal ini dilakukan supaya standar ini harmonis dengan standar internasional dan mengikuti high level structure standar sistem management mutu,” katanya dalam siaran pers pada Jumat (27/3/2020).

Dia menambahkan ruang lingkup standar yang disusun oleh Komite Teknis 13-09 Biosafety and Biosecurity ini mengatur persyaratan yang diperlukan oleh laboratorium untuk mengendalikan risiko yang terkait dengan penanganan atau penyimpanan, pembuangan agen biologis, dan toksin di laboratorium dan fasilitas laboratorium.

Standar ini, lanjutnya memungkinkan organisasi untuk membangun dan memelihara sistem manajemen biorisiko guna mengendalikan atau meminimalkan risiko untuk tingkat yang dapat diterima oleh karyawan, masyarakat, dan lingkungan yang bisa secara langsung atau tidak langsung terkena agen biologis atau racun.

Kemudian memberikan jaminan bahwa persyaratan tersedia dan diimplementasikan secara efektif, mencari dan mencapai sertifikasi atau verifikasi dari sistem manajemen biorisiko oleh pihak ketiga yang independen.

Standar ini juga menyediakan kerangka kerja yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pelatihan dan peningkatan kesadaran pada panduan laboratorium biosafety dan biosecurity serta praktik terbaik dalam komunitas ilmiah.

Pada prinsipnya SNI 8340 sama dengan SNI ISO 35001, dengan penekanan pada manajemen risiko dan perubahan ke penataan klausul dengan menggunakan kerangka (high level structure=HLS) yang dianut dalam sistem manajemen lain.

Standar baru ini menggunakan HLS yang sama dengan sistem manajemen lainnya seperti SNI ISO 9001, SNI ISO 27001, sehingga memungkinkan penerap melakukan integrasi dokumen dengan sistem manajemen yang lain yang diterapkan .

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsn
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top