Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Punya Stok 19 Ribu APD di Halim Perdanakusuma

Pemerintah mencatat adanya penambahan 103 kasus baru pasien positif Corona (Covid-19) di Indonesia, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 893 orang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  10:37 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima bantuan APD dan masker dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (26/3/2020). - Bisnis/Peni Widarti
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima bantuan APD dan masker dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (26/3/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat hingga Jumat (27/3/2020) pagi, persediaan alat pelindung diri (APD) yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma berjumlah 19 ribu.

Paban IV/Operasi Dalam Negeri, Staf Operasi TNI, Aditya Nindra Pasha, menuturkan hingga saat ini sebanyak 151 ribu APD sudah terdistribusi ke sejumlah provinsi.

“Beberapa yang sudah dialokasikan tetapi mungkin belum sempat terdistribusi atau mungkin diambil, ada beberapa provinsi, diantaranya Riau, Jambi, Bengkulu,Sumatera Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah,” kata Aditya saat memberi keterangan pers ihwal perndistribusian APD di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Aditya mengatakan prioritas distribusi APD di setiap daerah menjadi wewenang dari gugus tugas daerah. Ia menjelaskan gugus tugas di setiap daerah memiliki data mengenai wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan APD. Dengan demikian, ia mengatakan, rumah sakit di daerah bisa berkomunikasi ke gugus tugas daerah untuk mendapatkan alokasi APD yang sudah didistribusikan.

Pemerintah pusat meminta sebagian anggaran pemerintah daerah direalokasi untuk menggenjot upaya percepatan penanganan penyebaran virus corona (Covid-19). 

Kegiatan Tak Perlu

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian dalam Negeri, Safrizal Za, mengatakan sejumlah kegiatan yang tidak perlu di daerah dapat direalokasi untuk tindakan pencegahan dan mitigasi.

“Seperti belanja perjalanan dinas, termasuk juga belanja-belanja meeting atau belanja lainnya yang dikira belum diperlukan,” kata Safrizal saat memberi keterangan pers ihwal Arahan Presiden ke Pemerintah Daerah tentang Rencana Aksi terkait Penanganan virus corona Covid-19 di daerah, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Dia mengingatkan saat ini sedang dilakukan upaya physical distancing dengan demikian belanja perjalanan dinas dapat dialihkan menjadi belanja penanganan wabah corona. Selain itu, dia menerangkan, upaya penambahan kapasitas rumah sakit dan ruangan isolasi juga dapat dipergunakan dari anggaran realokasi tersebut.

“Termasuk juga belanja-belanja dalam rangka pencegahan, seperti pengadaan disinfektan, pengadaan alat pelindung diri, juga tindakan mitigasi maupun sosialisasi, mulai dari level provinsi, kabupaten, kota, Kecamatan, Kelurahan, Desa sampai ke RT RW. Semuanya perlu digerakkan,” kata dia.

Pemerintah mencatat adanya penambahan 103 kasus baru pasien positif Corona (Covid-19) di Indonesia, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 893 orang.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan data tersebut diperoleh hingga Kamis (26/3/2020) siang. "Sehingga total pasien yang positif kini menjadi 893 orang," kata Yuri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona alat pelindung diri
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top