Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Raya Nyepi, Rumah Sakit di Bali Minta Dispensasi Akses Internet untuk Kasus Corona

Desakan agar saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi 25 Maret 2020, ada dispensasi akses internat di Bali mulai mengemuka, disebabkan untuk mengantisipasi bencana Virus Corona atau Covid-19.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  10:28 WIB
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang dipasang di Terminal Penumpang Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/2020). Selain di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar juga memasang alat pendeteksi suhu tubuh di Pelabuhan Benoa untuk melakukan pemantauan dan pengawasan kesehatan penumpang kapal yang tiba sebagai upaya antisipasi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh yang dipasang di Terminal Penumpang Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/2020). Selain di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar juga memasang alat pendeteksi suhu tubuh di Pelabuhan Benoa untuk melakukan pemantauan dan pengawasan kesehatan penumpang kapal yang tiba sebagai upaya antisipasi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Desakan agar saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi 25 Maret 2020, ada dispensasi akses internat di Bali mulai mengemuka, disebabkan untuk mengantisipasi bencana Virus Corona atau Covid-19.

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali menilai akses internet sangat dibutuhkan untuk melakukan koordinasi secara intensif menghadapi pandemic Covid-19 sekaligus peningkatan kasus demam berdarah. Ketua ARSSI Bali Ida Bagus Gede Fajar Manuaba mengatakan koordinasi sebagain besar dilakukan menggunakan media jejaring Whatsapp yang membutuhkan dukungan akses data dari operator internet.

“Demikian juga konsultasi antara rumah sakit dan dokter dilaksanakan dengan media yang sama, tujuannya mempersingkat waktu dan pengiriman data. Ini situasinya sudah genting dan gawat, jadi kami meminta pihak berwenang ada dispensasi soal ini,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Pada Hari Raya Nyepi 2019 lalu, Pemda Bali mengambil kebijakan meniadakan akses internet, televisi dan tidak memberikan dispensasi perjalanan ambulan rumah sakit. Untuk perayaan hari raya tahun ini, diharapkan kebijakan tersebut ada semacam dispensasi. Fajar memberikan empat pertimbangan perlunya diskresi atas kebijakann itu.

Pertama, akses internet diperlukan rumah sakit karena petugas medis harus berkoordinasi dengan insentif via aplikasi whats app dan internet video sehingga tidak ada keterlambatan penanganan dan mencegah kasus makin bertambah, baik untuk Covid-19 maupun DBD.

Kedua, televisi diperlukan agar komunikasi pemerintah dan masyarakat tidak terganggung pada situasi bencana nasional. Juga mencegah munculnya informasi yang salah atau bersifat hoaks yang justru dapat membuat kepanikan masyarakat. Ketiga, ambulan rumah sakit sebaiknya diizinkan bergerak tanpa harus ditemani pecalang. Pada saat bencana nasional, ambulan rumah sakit diperlukan untuk mengirim pasien selain itu itu untuk pertukaran logistic dan SDM antar rumah sakit.

“Saat ini, kami mengalami keterbatasan alat perlindungan diri, masker beda, dan masker N95. Kami tidak mampu menyiapkan alat perlindungan diri yang sudah terbatas untuk pecalang,” pintanya.

Keempat, pihaknya memohon agar perjalanan ambulan rumah sakit tidak terhalang oleh pemeriksaan pecalang karena perjalanan ambulan dilakukan dengan amat selektif dan tujuan jelas. Fajar mengungkapkan surat permohonan ini sudah disampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster serta ditembuskan ke dinas kesehatan dan perwakila ombudsman.

Provinsi Bali hingga Selasa (17/3/2020) telah menanangai 67 kasus Virus Corona. Sebanyak 54 pasien dinyatakan negatif Corona, satu pasien meninggal, dan 12 pasien masih menunggu hasil laboratorium.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top