Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anwar Ibrahim Yakin Bakal Pimpin Pemerintahan Malaysia

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim yakin kubunya mendapat dukungan parlemen untuk membentuk pemerintahan selanjutnya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  17:55 WIB
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat berbicara dalam The Executive Center for Global Leadership (ECGL) Leadership Forum di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat berbicara dalam The Executive Center for Global Leadership (ECGL) Leadership Forum di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Malaysia Anwar Ibrahim yakin kubunya mendapat cukup dukungan parlemen untuk membentuk pemerintahan selanjutnya. Keyakinan itu disampaikan Anwar Ibrahim setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengundurkan diri awal pekan ini.

"Saya selalu percaya diri. Jumlahnya [dukungan parlemen] ada pada raja. Kami tidak seharusnya bermain dengan angka-angka itu," kata Anwar seperti  dilansir Bloomberg, Rabu (26/2/2020).

Bekas aliansi yang berkuasa, Pakatan Harapan, setuju untuk mengusulkan Anwar sebagai perdana menteri kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Sang Raja yang memainkan peran seremonial dalam sistem pemerintahan gaya Inggris di Malaysia, berencana bertemu dengan seluruh anggota parlemen untuk menentukan siapa yang mendapat dukungan mayoritas guna menjadi perdana menteri.

Aliansi partai-partai regional di Pulau Kalimantan mengatakan akan mematuhi keputusan raja dalam menyelesaikan kebuntuan politik. Hal ini menjadi sinyal positif bagi Anwar yang akan sangat penting bagi kubunya untuk memimpin mayoritas di parlemen dengan 222 kursi.

Jika kemenangan berpihak pada Anwar, momentum itu akan menandai putaran baru dalam persaingannya selama puluhan tahun dengan Mahathir.

Persaingan bermula pada 1990-an ketika Anwar diusir dari kabinet Mahathir dan ditangkap karena tuduhan sodomi pada saat keduanya menjadi anggota koalisi Barisan Nasional.

Pada pemilihan 2018, keduanya bergandengan tangan untuk menggulingkan rezim yang sudah berkuasa selama enam dekade. Sejak itu, Anwar telah menanti gilliran untuk mengambil alih kekuasaan dari Mahathir.

Namun, Mahathir berulang kali menunda penyerahan kekuasaan dan mendorong perpecahan di kubu penguasa yang akhirnya mengarah pada pengunduran dirinya awal minggu ini.

Gejolak politik menyebabkan perlambatan ekonomi Malaysia dengan tingkat pertumbuhan terburuk sejak 2009. Hal itu menghambat kemampuan Negeri Jiran untuk mengurangi dampak wabah virus Corona  dan perang dagang. Ringgit Malaysia turun paling dalam sejak sembilan bulan terakhir.

Namun, Mahathir, yang telah memerintah Malaysia selama hampir seperempat abad dalam dua masa pemerintahan, tidak pernah bisa dikesampingkan. Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa perdana menteri berusia 94 tahun itu akan mengumumkan paket stimulus pada Kamis, 27 Februari 2020.

Selama 24 jam terakhir, dua kubu politik utama bersaing untuk membentuk pemerintahan Malaysia berikutnya.

Kubu pertama yakni aliansi Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar. Sedangkan kubu lainnya yakni oposisi Barisan Nasional yang telah memerintah negara itu selama enam dekade hingga 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia anwar ibrahim Mahathir Mohamad
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top