Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Virus Corona, Pengawasan di Pintu Masuk RI Diperketat

Indonesia masih aman dari kasus positif virus Corona. Namun, terlalu dini untuk menurunkan kewaspadaan. Pintu masuk pun harus terus diperketat pengawasannya.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  15:03 WIB
Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China berjalan menuju pesawat udara usai menjalani masa observasi di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (15/2/2020). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara resmi telah memulangkan 238 WNI ke daerah masing-masing karena telah dinyatakan sehat. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China berjalan menuju pesawat udara usai menjalani masa observasi di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (15/2/2020). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan secara resmi telah memulangkan 238 WNI ke daerah masing-masing karena telah dinyatakan sehat. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Sampai hari ini Indonesia masih aman dan belum memiliki kasus positif virus Corona atau Covid-19. Namun, terlalu dini untuk menurunkan kewaspadaan dari pandemi ini.

Di belahan dunia lain, pandemi virus Corona atau Covid-19 ini masih terus bertambah.Perkembangan global terkini terdapat 26 negara yang sudah memiliki kasus virus Corona, paling parah di Republik Rakyat Tiongkok.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, pemerintah Indonesia masih memiliki agenda yang panjang dalam memerangi pandemi virus Corona.

Muhadjir menyebut saat ini pemerintah terus mengawasi WNI di luar negeri yang masih terancam terpapar virus Corona. Muhadjir menyebut kasus WNI yang menjadi awak kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess sebagai contoh. Seperti diketahui, di dalam kapal pesiar tersebut terdapat beberapa orang yang terdampak virus Corona atau Covid-19.

“Bila terjadi keadaan terburuk, kita harus tangani seperti WNI dari Hubei. Tetapi kita juga menghormati kewenangan negara dan protokol WHO yang telah ditetapkan. Saya kira kita juga akan siap untuk menghadapi itu,” tutur Menko PMK dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (18/2/2020).

Selain memantau perkembangan WNI di luar negeri, keamanan dalam negeri juga diutamakan pemerintah. Muhadjir mengatakan pemerintah akan memperketat kewaspadaan pintu-pintu masuk ke Indonesia dari berbagai jalur yaitu darat laut dan udara.

Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan memaksimalkan peralatan yang diperlukan dalam pemeriksaan. Pemerintah juga akan memperketat pemeriksaan riwayat perjalanan dan kesehatan Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia.

“Misalnya mereka harus orang yang selama 14 hari terakhir tidak pernah berada di daratan pusat terjadinya penyakit ini yaitu di daratan China. Jadi itu akan perketat betul,” terangnya.

Pemerintah pun telah bekerja sama dengan kalangan internasional yakni dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta dalam penyediaan reagen primer untuk mendeteksi virus Corona. Terkait kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengatasi virus bernama resmi Covid-19 itu, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Muhadjir mengatakan beberapa rumah sakit sudah siap menampung pasien apabila kemungkinan terburuk kasus infeksi virus Corona muncul di Indonesia.

“Rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang isolasi negatif adalah 26 untuk yang dikelola pemerintah dan 25 rumah sakit untuk yang dikelola swasta dan BUMN. Bed untuk yang bertekanan negatif cukup memadai yaitu sekitar 227. Ada ribuan ruang isolasi di rumah sakit kita,” terang Muhadjir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona muhadjir effendy
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top