Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahfud: WNI Terlantar akan Dipulangkan, Kecuali Eks Kombatan ISIS

Bagi WNI di luar negeri yang merasa terlantar, dapat mengunjungi kedutaan besar atau konsulat jenderal yang ada di berbagai negara.
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Selasa (4/2/2020). Pertemuan tersebut untuk membahas penanganan pengamanan ratusan WNI yang baru saja dievakuasi ke Kabupaten Natuna dari Wuhan, China./Antara
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Selasa (4/2/2020). Pertemuan tersebut untuk membahas penanganan pengamanan ratusan WNI yang baru saja dievakuasi ke Kabupaten Natuna dari Wuhan, China./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan tidak akan memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks kelompok ISIS atau foreign terrorist fighters (FTF), namun WNI berstatus terlantar tetap dipulangkan.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan warga Indonesia yang terlantar tetap akan dipulangkan. Peluang itu tak berlaku bagi mantan teroris di luar negeri.

"Yang udah gabung dengan teroris mau dipulangkan untuk apa, malah kamu nanti yang berbahaya di sini. Tetapi kalau memang ada orang terlantar dan itu bukan teroris pasti dilindungi oleh negara," katanya di Kemenko Polhukam, Rabu (12/2/2020).

Bagi WNI di luar negeri yang merasa terlantar, dapat mengunjungi kedutaan besar atau konsulat jenderal yang ada di berbagai negara. Pemerintah bersedia mencari jalan keluar dengan syarat bukan teroris.

Berdasarkan hasil rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (11/2/2020) pemerintah mengeluarkan tiga keputusan. Pertama, menjamin rasa aman dan nyaman bagi 267 warga yang hidup di Indonesia.

"Kedua, tidak memulangkan fighter kombatan yang tergabung dalam FTF di beberapa negara. Ketiga, mendata. Karena mendatanya ini kan dari lembaga-lembaga Internasional, datanya itu tidak teridentifikasi jumlah sekian, ini sekian, gitu," terangnya.

Sementara itu, menurut Mahfud, para WNI eks ISIS tidak menginginkan kembali ke Indonesia. Sikap itu terlihat dari berbagai tindakan yang dikakukan seperti paspor. Selain di Suriah, mereka juga ditemukan di Turki.

Selama ini, pemerintah tidak mendapatkan langsung informasi di lapangan. Mahfud menyebut kabar dan data yang ada didapat dari jaringan intelijen seperti CIA, dan ICRC.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rayful Mudassir
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper