Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Jiwasraya : Penyidik Temukan Jutaan Transaksi Mencurigakan

Ada jutaan transaksi keuangan mencurigakan yang kini tengah diteliti oleh tim penyidik terkait perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  21:13 WIB
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Bisnis.com, JAKARTA —  Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut ada jutaan transaksi keuangan mencurigakan yang kini tengah diteliti oleh tim penyidik terkait perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.
 
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan transaksi keuangan mencurigakan itu bertambah banyak, sejalan dengan pemeriksaan para saksi dan pencarian barang bukti dalam kasus korupsi yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp13,7 triliun tersebut.
 
Padahal, menurutnya, hingga Januari 2020, tim penyidik sudah menemukan 55.000 transaksi mencurigakan terkait kasus korupsi itu. Tetapi angka itu bertambah menjadi jutaan transaksi.
 
"Saya lupa angka pastinya, tetapi yang jelas saat ini sudah ada jutaan transaksi yang sedang didalami oleh tim penyidik," tuturnya, Selasa (11/2/2020).
 
Dia mengatakan jutaan transaksi mencurigakan itu berasal dari transaksi yang dilakukan PT Asuransi Jiwasraya ke berbagai pihak terkait pada periode 2008-2018. Febrie memastikan tim penyidik bakal bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.
 
"Kejahatan itu terjadi karena ada investasi itu kan. Periodenya dari 2008-2018. Penyidik bakal terus bekerja keras mengungkap kasus ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung jiwasraya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top