Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Ada Jaminan Usulan Pansus Jiwasraya Dibacakan di Rapat Paripurna

Sesuai mekanisme, usulan pansus ke pimpinan DPR akan di follow-up dalam proses yang selanjutnya di rapim dan bamus untuk kemudian sampai dibacakan di sidang paripurna.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  13:34 WIB
Ketua Banggar DPR sekaligus Ketua DPP Partai Golkar Azis Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (27/11). Azis Syamsuddin diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelidikan megaproyek KTP elektronik untuk tersangka Ketua DPR Setya Novanto. ANTARA FOTO - Reno Esnir
Ketua Banggar DPR sekaligus Ketua DPP Partai Golkar Azis Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (27/11). Azis Syamsuddin diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelidikan megaproyek KTP elektronik untuk tersangka Ketua DPR Setya Novanto. ANTARA FOTO - Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Azis Syamsuddin mengatakan belum ada jaminan usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya akan dibacakan dalam forum Rapat Paripurna terdekat.

Tanggapan Azis tersebut disampaikan menyusul langkah Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS yang telah secara resmi menyampaikan usulan itu ke pimpinan DPR Selasa pekan lalu. Hingga kini kedua frasi terus melakukan lobi-lobi terkait usulan pembentukan Pansus Hak Angket Jiwasraya ke fraksi dan anggota DPR lainnya.

"Ya, tidak ada jaminan proses (pembentukan Pansus) akan berjalan cepat dan mulus. Kita tidak bisa berasumsi lebih dulu. Kita ikuti saja prosesnya berjalan,” ujar Azis kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Apalagi, ujarnya, usulan tersebut baru masuk sehingga masih ada proses administrasi di Setjen DPR.

Dia juga mengingatkan saat ini juga telah terbentuk panja (panitia kerja) Jiwasraya di tingkat komisi-komisi di DPR, yakni panja di Komisi III, Komisi VI, dan Komisi XI yang bekerja untuk membahas masalah yang sama. Karena itu, dia meminta semua pihak untuk menunggu perkembangan dan hasil rapat di tingkat Panja dulu.

“Supaya tidak terjadi saling tumpang tindih penanganan masalah. Kita tidak bisa terburu-buru, karena semua ada mekanisme dan telah diatur prosedurnya," katanya.

Wakil Ketua DPR bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Korpolhukam) itu mengaku terus memantau perkembangan masalah ini di parlemen. Azis menyampaikan, secara mekanisme sebenarnya tidak boleh ada tumpang tindih penanganan masalah.

Sesuai mekanisme, usulan pansus ke pimpinan DPR akan di follow-up dalam proses yang selanjutnya di rapim dan bamus untuk kemudian sampai dibacakan di sidang paripurna, katanya.

Kemudian, pada tingkat bamus (badan musyawarah) semua masukan akan didengar dan dipertimbangkan untuk mengambil keputusan apakah usulan pembentukan pansus perlu diagendakan dalam rapat paripurna terdekat atau tidak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr jiwasraya
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top