Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris Resmi Berpisah dari Uni Eropa

Pemungutan suara sekaligus padda sidang terakhir itu memastikan bahwa keanggotaan Inggris selama 47 tahun di Uni Eropa akan berakhir pada tengah malam waktu Eropa atau pada tanggal 31 Januari 2020.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  06:00 WIB
Bendera Inggris - public domain
Bendera Inggris - public domain

Bisnis.com, JAKARTA - Para anggota parlemen Uni Eropa bergandengan tangan dan dengan penuh air mata menyanyikan lagu Auld Lang Syne, lagu rakyat Skotlandia yang biasa digunakan untuk menandai perpisahan.

Sebagai Ketua Parlemen Eropa, David Sassoli, mengumumkan hasil pemungutan suara. Sebanyak 621 suara mendukung pemisahan Inggris dari Uni Eropa dan 49 menolak, sedangkan 13 suara abstain.

Pemungutan suara sekaligus padda sidang terakhir itu memastikan bahwa keanggotaan Inggris selama 47 tahun di Uni Eropa akan berakhir pada tengah malam waktu Eropa atau pada tanggal 31 Januari 2020.

Proses itu memakan waktu lebih dari tiga setengah tahun sejak referendum Brexit menunjukkan margin  kemenangan 52 berbanding 48 suara untuk "Brexiters".

Politisi Nigel Farage membanggakan tentang manfaat populisme dalam satu pidatonya sambil memegang bendera  Inggris.

Farage menggambarkan iklim politik global saat ini sebagai "globalisme melawan populisme".

Anda mungkin membenci populisme, tetapi saya katakan populisme itu menjadi sangat populer, katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (30/1/2020).

"Tidak ada lagi kontribusi keuangan, tidak ada lagi Pengadilan Eropa, tidak ada lagi kebijakan perikanan bersama, tidak ada lagi yang dipermasalahkan, tidak ada lagi yang diganggu," ujar Farage.

Menanggapi anggota parlemen yang menyatakan harapan bahwa Inggris suatu hari akan kembali ke Uni Eropa, dia berkata: "Begitu kita pergi, kita tidak akan pernah kembali."

Dia menambahkan: "Apa yang telah kami buktikan adalah bahwa Inggris terlalu besar untuk digertak, syukurlah."

"Kami tidak membutuhkan Komisi Eropa, kami tidak membutuhkan Pengadilan Eropa, kami tidak membutuhkan lembaga Uni Eropa,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa dia mencintai Eropa, hanya membenci Uni Eropa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top