Poin-poin Isi Proposal Rencana Perdamaian Israel-Palestina Usulan Trump

Donald Trump telah mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah untuk perdamaian Israel-Palestina
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  19:52 WIB
Poin-poin Isi Proposal Rencana Perdamaian Israel-Palestina Usulan Trump
Bendera Israel terlihat di dekat Dome of the Rock, yang terletak di Kota Tua Yerusalem. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah yang telah lama dinantikan pada Selasa (28/1/2020).

Trump mengumumkan rencananya untuk perdamaian Israel-Palestina tersebut di sebuah acara Gedung Putih didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dia mengusulkan negara Palestina merdeka dan pengakuan kedaulatan Israel atas permukiman Tepi Barat.  Cetak biru rencana perdamaian tersebut  dirancang di bawah pengawasan menantu Trump, Jared Kushner.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun menolak rencana itu dan menyebutnya sebagai "konspirasi".

"Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu: Yerusalem tidak untuk dijual, semua hak kami tidak untuk dijual dan tidak untuk tawar-menawar. Dan kesepakatan Anda, konspirasi, tidak akan berlalu," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dari Ramallah di Tepi Barat, dikutip dari BBC, Rabu (29/1/2020).

Lalu ,apa saja isi rencana perdamaian usulan Trump ini?

Berikut poin-poin penting rencana perdamaian yang dikutip dari Jerusalem Post dan BBC:

Perbatasan

Rencana Trump menampilkan peta atau gambaran tentang perbatasan baru Israel di masa depan. Israel tetap akan menguasai 20 persen wilayah Tepi Barat dan akan kehilangan sejumlah kecil tanah di Negev, dekat perbatasan Gaza-Mesir.

Sedangkan, Palestina akan memiliki jalur menuju negara di sebagian besar wilayah di Tepi Barat, sementara Israel akan mempertahankan kendali atas semua perbatasan.

 Yerusalem Ibu Kota Israel

Palestina akan memiliki ibukota di Yerusalem timur, sementara Yerusalem akan tetap menjadi ibukota Israel yang tidak terbagi. 

Baik Israel dan Palestina saling bersaing mengklaim kota suci itu. Palestina bersikeras bahwa Yerusalem Timur, yang diduduki Israel dalam perang Timur Tengah 1967, menjadi ibu kota negara mereka di masa depan.

Permukiman Israel di Tepi Barat

Israel akan mempertahankan Lembah Yordan dan semua permukiman Israel di Tepi Barat seluas mungkin. Ini juga mencakup 15 permukiman terisolasi, yang akan menjadi bagian dari negara Palestina pada akhirnya.

Dalam pemukiman-pemukiman itu, Israel tidak boleh membangun apapun untuk 4 tahun ke depan. Pasukan Pertahanan Israel (IDF)  akan memiliki akses ke pemukiman yang terisolasi.

Adapun sejak 1967, Israel telah membangun sekitar 140 permukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur. Permukiman yang menjadi rumah bagi sekitar 600.000 orang Yahudi Israel dibangun tanpa izin pemerintah.  

Permukiman dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional, meskipun Israel membantahnya. Palestina mengatakan semua permukiman harus dipindahkan agar negara Palestina bisa hidup.

Keamanan

Israel akan mengendalikan keamanan dari Sungai Jordan hingga Laut Mediterania. IDF tidak harus meninggalkan Tepi Barat. Tidak diperlukan perubahan pendekatan Israel ke Yudea dan Samaria.

Negara Palestina

Rencana Trump tersebut tidak mencakup pengakuan atas negara Palestina.  Pengakuan baru akan diberikan 4 tahun ke depan jika Palestina menerima rencana itu. 

Palestina juga harus memenuhi beberapa persyaratan seperti, otoritas Palestina harus menghentikan pendanaan kepada kelompok yang dituding teroris, seperti Hamas dan kelompok jihad lainnya.

Selain itu, AS juga menyerukan Palestina untuk menghentikan korupsi, menghormati hak asasi manusia, kebebasan beragama dan kebebasan pers, sehingga mereka tidak memiliki negara yang gagal. Jika syarat-syarat itu dipenuhi, AS akan mengakui negara Palestina dan menerapkan rencana ekonomi besar-besaran untuk membantunya.

Pengungsi Palestina

Sejumlah pengungsi Palestina dan keturunannya akan diizinkan kembali masuk ke negara Palestina. Tidak seorang pun diizinkan memasuki Israel.

PBB memberikan bantuan kepada sekitar 5,5 juta pengungsi Palestina di Timur Tengah, termasuk keturunan orang-orang yang melarikan diri atau diusir oleh pasukan Yahudi dalam perang 1948-1949.Palestina bersikeras hak mereka untuk kembali ke rumah mereka sebelumnya, tetapi Israel mengatakan mereka tidak berhak.

 Area 'Triangle'

Rencana tersebut membuka kemungkinan bahwa Israel akan menukar daerah yang dikenal sebagai 'Triangle', yakni Kafr Kara, Arara, Baka al-Gharbiya, Umm el-Fahm dan lainnya, - ke negara Palestina di masa depan.

Rencana tersebut mempertimbangkan kemungkinan, dengan persetujuan para pihak, bahwa perbatasan Israel akan digambar ulang sedemikian rupa sehingga Komunitas Triangle menjadi bagian Palestina

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, israel, Donald Trump

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top