Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tunjangan Kinerja Karyawan TVRI Tersendat, Juli Siap-Siap tak Gajian

Pemberhentian Helmy Yahya membawa kisruh di tubuh TVRI yang berdampak pada pembayaran tunjangan kinerja yang tersendat
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  09:16 WIB
tvri
tvri

Bisnis.com, JAKARTA - Karyawan LPP TVRI semakin khawatir atas pembayaran tunjangan kinerja yang semakin terhambat. Hal ini merupakan imbas dari pencopotan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI.

Kalangan karyawan mendesak Dewan Pengawas LPP TVRI untuk bertanggungjawab atas sikap mereka yang memberhentikan Dirut definitif, Helmy Yahya. Plt Dirut LPP TVRI Supriyono, bersama Direktur Keuangan TVRI Isnan Rahmanto mengumpulkan karyawan dan meredam kekecewaan karyawan.

Direktur keuangan LPP TVRI ,Isnan Rahmanto megungkapkan kepada ratusan karyawan TVRI terkait proses tunjangan kinerja bagi karyawan TVRI.  Isnan juga memperingatkan dewan pengawas untuk berfikir dua kali dalam mengeluarkan SK pemberhentian Helmy Yahya.

“Kekisruhan ini merupakan tanggung jawab dewan pengawas. Kami mendesak agar dewan pengawas menjalani audit kinerja karena ada kejanggalan dalam pemberhentian Helmy Yahya sebagai Dirut LPP TVRI,” tulis Agil Samal Presidium Komite Penyelamatan TVRI dalam keterangan resmi, Jumat (24/1/2020).

Agil Samal menilai kecerobohan dewan pengawas yang memberhentikan Helmy Yahya telah mengorbankan nasib karyawan yang sebentar lagi akan menikmati haknya dari pemerintah,rapel pembayaran tunkin akan semakin jauh dan baru bisa dicairkan setelah ada dirut definitif.

Jika dipaksakan untuk membayar tunjangan kinerja karyawan pada Februari, Isnan memperkirakan resiko yang dihadapi adalah karyawan TVRI bakal tak menerima gaji pada Juli 2020.

Total anggaran gaji karyawan sebesar Rp69 miliar, telah terpakai untuk membayar sekitar 4.800 gaji dan tukin karyawan pada semesterI/2020. Maka gaji harus menunggu Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang harus diajukan ke Dirjen Anggaran Kemenkeu dengan persetujuan Pengguna Anggaran (PA) atau dirut yang definitif.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tvri
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top