Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Ingatkan Wabah Corona Virus Bisa Ganggu Ekonomi China

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa stabilisasi ekonomi China yang rapuh dapat menghadapi risiko lebih tinggi jika pemerintah gagal mengatasi jenis virus baru yang saat ini menyebar di Asia.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:13 WIB
Staf medis membawa kotak ketika mereka berjalan di rumah sakit Jinyintan, tempat pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus sedang dirawat, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 10 Januari 2020. Foto diambil 10 Januari 2020. - Reuters
Staf medis membawa kotak ketika mereka berjalan di rumah sakit Jinyintan, tempat pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus sedang dirawat, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 10 Januari 2020. Foto diambil 10 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com,  JAKARTA - Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa stabilisasi ekonomi China yang rapuh dapat menghadapi risiko lebih tinggi jika pemerintah gagal mengatasi jenis virus baru yang saat ini menyebar di Asia.

UBS Group AG dan Nomura Holdings Inc. merujuk pada wabah SARS yang merebak pada 2003 silam untuk memperkirakan langkah ke depan terkait dampak dari penyebaran coronavirus.

Hingga hari ini, Rabu (22/1/2020), pejabat Pemerintah China melaporkan peningkatan pantauan pada jaringan transportasi domestik setelah angka korban tewas bertambah menjadi sembilan orang.

Sementara itu, pejabat kesehatan di seluruh dunia terus mengukur skala bahaya yang ditimbulkan oleh virus yang mirip dengan virus SARS karena berdasarkan kasus yang dikonfirmasi sudah ada penyebaran baru di lima negara tambahan, termasuk diagnosis pertama di Amerika Serikat.

Meskipun ini bukan sejarah yang berulang, UBS berpendapat bahwa kasus ini serupa dengan apa yang terjadi 17 tahun lalu. Mereka memproyeksikan akan ada dampak peningkatan tekanan ke bawah pada pertumbuhan ekonomi China terutama pada sektor jasa.

Ekonom UBS Wang Tao dan Ning Zhang mencatat musim puncak perjalanan di dalam maupun ke luar negeri yang sedang berlangsung menjelang Tahun Baru Imlek adalah tantangan yang luar biasa, yang dapat memperumit difusi penyakit.

Menurut UBS, jika tidak dapat ditanggulangi dalam jangka pendek, mereka memperkirakan penjualan ritel, pariwisata, hotel dan  katering, hingga aktivitas perjalanan China mungkin akan terdampak, terutama di kuartal pertama dan awal kuartal dua.

“Perkiraan rebound pertumbuhan sekuensial kami di kuartal satu dan dua 2020 akan menghadapi beberapa risiko penurunan. Pemerintah kemungkinan akan memperkuat pelonggaran kebijakan untuk mengimbangi guncangan dari virus ini, terutama untuk sektor-sektor yang terkena dampak langsung," ujar ekonom UBS dikutip melalui Bloomberg, Rabu (22/1/2020).

Sementara itu, ekonom Bloomberg Tom Orlik dan Chang Shu menyampaikan bahwa struktur ekonomi China yang berubah meningkatkan risiko pada stabilisasi.

"...wabah penyakit ini akan memberikan dampak yang lebih besar pada wisata belanja, kuliner dan kegiatan rekreasi lainnya mengingat sektor jasa yang luas serta peran konsumsi yang begitu besar. Di pasar keuangan, akan ada lebih banyak potensi guncangan yang dapat memicu sentimen," kata mereka.

Ketika kemunculan coronavirus di AS menyoroti bahaya penyebaran dan dampaknya pada ekonomi di seluruh dunia, meskipun masih terpusat di China, diperkirakan akan turut berpengaruh pada pertumbuhan global.

Hal ini disebabkan karena ukuran China telah naik dua kali lipat sejak epidemi SARS pada 2003.

Data Dana Moneter Internasional menunjukkan bahwa ekonomi China menyumbang sekitar seperlima dari ekonomi dunia tahun ini, dibandingkan dengan 8,7 persen pada saat SARS merebak.

 

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top