Jokowi Libatkan Putra Mahkota UEA dan Tony Blair Bangun Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengungkapkan alasan penunjukan sejumlah tokoh terkemuka internasional masuk ke dalam dewan pengarah ibu kota baru Indonesia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  16:28 WIB
Jokowi Libatkan Putra Mahkota UEA dan Tony Blair Bangun Ibu Kota Baru, Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo seusai pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed di Istana Qasr Al Watan. - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengungkapkan alasan  Presiden Joko Widodo menunjuk sejumlah tokoh terkemuka internasional masuk ke dalam dewan pengarah ibu kota baru Indonesia.

Dipimpin Putra Mahkota Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dewan pengarah ibu kota baru nanti beranggotakan CEO Softbank Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

“Kami berharap kehadiran mereka akan memberikan dorongan kepercayaan bagi calon-calon investor di ibu kota baru,” ujar Luhut, seperti dilansir melalui South China Morning Post.

Menurut Luhut, Putra Mahkota Abu Dhabi telah setuju untuk memimpin dewan pengarah yang bertugas mengawasi pembangunan ibu kota baru untuk Indonesia.

“[Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengatakan] akan menjadi suatu kehormatan untuk berperan dalam pengembangan negara dengan mayoritas Muslim terbesar,” tutur Luhut dalam sebuah pernyataan.

Adapun Blair, yang saat ini menjalankan Tony Blair Institure for Global Change, dikabarkan juga telah setuju untuk menjadi anggota dewan pengarah pembangunan ibu kota baru di Indonesia.

“Pemerintah menginginkan figur internasional dalam dewan tersebut,” terang Luhut perihal penunjukan Blair, dikutip dari Australian Financial Review.

Selain berharap bahwa dewan pengarah itu akan memberikan saran atas pembangunan ibu kota baru ataupun meningkatkan kepercayaan investor, Jokowi meyakini keterlibatan internasional akan lebih dari sekadar pendanaan.

Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan bahwa ibu kota baru nanti juga akan membuka jalan baru dalam hal penelitian teknologi dan lingkungan.

Sebelumnya, dalam lawatan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi yang berakhir pada Senin (13/1/2020), Putra Mahkota Sheikh Mohamed menyatakan UEA siap menginvestasikan dana senilai US$22,8 miliar untuk Indonesia.

Dana tersebut diinvestasikan melalui Sovereign Wealth Fund bersama-sama dengan Softbank (Jepang) dan International Development Finance Corporation (Amerika Serikat).

“Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat, selain itu Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk Islam terbanyak. Kami ingin berkontribusi lebih bagi Indonesia," kata Pangeran Sheikh Mohamed bin Zayed, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri RI.

UEA akan menginventasikan dana tersebut untuk pembangunan ibu kota baru di Kuta Kartanegara, Kalimatan Timur. Selain itu, dana tersebut juga akan diinvestasikan untuk pembangunan di Aceh.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Ibu Kota Dipindah

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top