Kisruh Boeing, Malaysia Airlines Batalkan Pesanan 737 MAX 

Malaysia Airlines memutuskan untuk menunda pengiriman Boeing Co. 737 MAX tahun ini setelah tidak ada kepastian terkait pencabutan izin operasi produk baru pesawat pabrikan AS tersebut. 
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  17:55 WIB
Kisruh Boeing, Malaysia Airlines Batalkan Pesanan 737 MAX 
Foto udara yang menunjukkan pesawat 737 MAX buatan Boeing diparkir di pabrik Boeing di Renton, Washington, Kamis (21/3/2019). - Reuters/Lindsey Wasson

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia Airlines memutuskan untuk menunda pengiriman Boeing Co. 737 MAX tahun ini setelah tidak ada kepastian terkait pencabutan izin operasi produk baru pesawat pabrikan AS tersebut. 

Maskapai berbendera Malaysia ini mengungkapkan melihat faktor keselamatan dari operasional dan konsumen sebagai prioritas. 

"Melihat penyetopan produksi dan penundaan pencabutan izin terbang 737-MAX, Malaysia Airlines telah memutuskan untuk menunda pengiriman pesanan perusahaan tahun ini," ujar Malaysia Airlines dalam pernyataan resminya, Rabu (15/1/2020).

Malaysia Airlines yang memiliki pesanan sebanyak 25 pesawat ini merupakan maskapai pertama di Asia yang memutuskan untuk menunda pembelian pesawat jenis ini. Kendati menunda pemesanan, maskapai tetap menyambut baik keputusan Boeing untuk memperbaiki prosedur keselamatan di Boeing 737. 

Selain Malaysia Airlines, maskapai berbiaya murah dari Arab Saudi Flyadeal telah memutuskan untuk membatalkan pesanan 737 MAX pada Juli 2019. Maskapai yang semula berencana membeli 50 Boeing 737 MAX itu akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan Airbus. 

Akibat pembatalan ini, Boeing sepanjang tahun lalu hanya mengirim 380 pesawat. Kalah jauh dibandingkan pesaing utamanya, Airbus, yang berhasil membukukan pengiriman armada hingga 863 unit pada 2019. 

Maskapai dalam negeri, Garuda Indonesia, tengah mempertimbangkan pembatalan pesanan satu unit 737 MAX. Sementara itu, pemilik Lion Air Rusdi Kirana mengancam akan membatalkan kontrak bernilai puluhan miliar dolar. Rusdi menuturkan pabrikan pesawat AS tersebut berperan dalam kecelakan fatal yang menimpa JT 610 pada 2018 lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing, malaysia airlines

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top