Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Inggris Buka Layanan Laporan Predator Seks Reynhard Sinaga

Kementerian Kehakiman Inggris mengumumkan layanan kontak yang dapat dihubungi untuk membuat laporan terkait aksi predator seks asal Indonesia, Reynhard Sinaga.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  08:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kehakiman Inggris mengumumkan layanan kontak yang dapat dihubungi untuk membuat laporan terkait aksi predator seks asal Indonesia, Reynhard Sinaga.

Melalui akun Twitter pada Senin (6/1/2020), Departemen Kehakiman Inggris mempersilakan siapa pun yang ingin mengajukan laporan tentang pria yang telah terjerat dalam kasus pemerkosaan itu untuk menghubungi pihak kepolisian di kontak berikut:

- 0800 092 0410 (UK)

- 020 7158 0124 (internasional)

- https://mipp.police.uk/operation/06GMP19V24-PO2

Selain nomor kontak tadi, Kementerian Kehakiman Inggris juga menyediakan akses support ahli.

Sosok pria kelahiran tahun 1983 ini seketika mencoreng nama Indonesia di muka dunia internasional setelah divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, pada Senin (6/1/2020) waktu setempat.

Dilansir dari BBC, pria yang dilabeli pemerkosa berantai terbesar di Inggris itu diputuskan bersalah atas kasus serangan seksual dalam rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Ia divonis lantaran melakukan pemerkosaan terhadap 48 korban pria dalam kurun waktu tersebut. Sebagian di antara korbannya bahkan sampai diperkosa berkali-kali. Kepolisian setempat memperkirakan jumlah korban secara keseluruhan dapat mencapai 190 orang.

Modus operandi yang dilancarkan penyuka sesama jenis ini adalah mengajak pria-pria mabuk yang ia temui untuk masuk ke dalam unit apartemennya di Manchester.

Para mangsanya kemudian dibuat tak sadarkan diri dengan obat bius dalam minuman beralkohol. Begitu si korban kehilangan kesadaran, ia pun langsung menumpahkan hasrat bejatnya.

Aksinya ini kemudian diabadikan oleh Reynhard dengan menggunakan kamera telepon selulernya. Pihak kepolisian menemukan begitu banyaknya bukti video pemerkosaan yang direkam oleh Reynhard sendiri.

Hakim memutuskan alumni jurusan Arsitektur Universitas Indonesia itu harus menjalani masa hukuman minimal selama 30 tahun sebelum diperbolehkan mengajukan pengampunan.

Dalam putusannya, hakim pengadilan menggambarkan Reynhard sebagai predator seksual berdarah dingin. Selama persidangan, tak sedetik pun raut wajah pria yang menempuh studi lanjutan di Inggris ini menunjukkan rasa penyesalan atas perbuatannya.

Sejak awal persidangan yang berlangsung mulai Juni 2018 sampai Desember 2019, Reynhard mengaku tak bersalah dan mengungkapkan bahwa perbuatannya dilakukan atas dasar suka sama suka.

Namun para korban, berdasarkan bukti rekaman, tidak terbukti bersikap seperti yang ia tuturkan. Saat kejadian, sebagian korban justru terdengar tengah mendengkur.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London telah memberikan pendampingan hukum terhadap Reynhard.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan KBRI London telah melakukan penanganan kasus Reynhard Sinaga (RS) sejak 2017-2020.

"Perlindungan hukum yang dilakukan KBRI London dalam bentuk memastikan RS mendapat pengacara dan mendampingi selama rangkaian persidangan," ujar Judha melalui pesan singkat, Senin (6/1/2020).

Perlindungan non-litigasi (di luar pengadilan) dilakukan dalam bentuk kunjungan kekonsuleran selama RS di penjara serta memfasilitasi pertemuan dan komunikasi keluarga dengan RS dan pengacara.

"Perlindungan-perlindungan tersebut dilakukan untuk memastikan RS mendapatkan hak-haknya secara adil dalam sistem peradilan setempat," kata Judha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkosaan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top