Predator Anak Jeffrey Epstein Tewas, Trump Dikecam Habis-habisan

Sejumlah bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat mengecam Presiden Donald Trump karena mengangkat teori konspirasi tak berdasar tentang kasus dugaan bunuh diri pengusaha Jeffrey Epstein di penjara New York.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  09:18 WIB
Predator Anak Jeffrey Epstein Tewas, Trump Dikecam Habis-habisan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat mengecam Presiden Donald Trump karena mengangkat teori konspirasi tak berdasar tentang kasus dugaan bunuh diri pengusaha Jeffrey Epstein di penjara New York.

Pascakematian Epstein pada Sabtu (10/8/2019), Trump me-retweet klaim tak berdasar dari Terrence K. Williams bahwa mantan Presiden AS Bill Clinton terlibat dalam kematian itu.

Epstein, yang diketahui pernah berteman dekat dengan Clinton, didakwa karena melakukan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur. Selain dengan Clinton, Epstein juga diketahui berteman dengan Trump. Namun Trump enggan dikaitkan dengan Epstein.

Dalam cuitannya pada Minggu (11/8/2019) yang di-retweet oleh Trump, Williams mengaitkan kematian Epstein dengan Clinton dan menyebutkan Epstein memiliki informasi tentang Clinton.  

Tingkah polah Trump pun menarik respons keras tak hanya dari pihak Clinton, tetapi juga sejumlah elite Demokrat seperti Beto O’Rourke dan Cory Booker.

“Ini adalah contoh lain dari presiden kita [Trump] yang menggunakan posisi kepercayaan publik ini untuk menyerang musuh-musuh politiknya dengan teori konspirasi yang tidak berdasar,” sindir O'Rourke, kepada CNN, yang dikutip Reuters.

Menurut O'Rourke, Trump sedang mencoba mengalihkan fokus publik dari dua insiden penembakan massal akhir pekan lalu di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio.

Dua peristiwa tersebut telah menyulut seruan baru untuk pembatasan senjata dan kritik terhadap retorika anti-imigran dan bernada rasial yang kerap dilontarkan Trump.

“Dia [Trump] mengubah topik, dan jika kita mengizinkannya melakukan hal itu maka kita tidak akan pernah bisa fokus pada masalah yang sebenarnya, di mana dia menjadi bagiannya,” lanjut O'Rourke.

Adapun Booker, seorang senator AS dari New Jersey, mengatakan retweet Trump menjadi bukti lain kecerobohannya.

“Dia hidup tidak hanya untuk teori konspirasi tetapi benar-benar membuat orang marah dan berlaku lebih buruk terhadap orang-orang berbeda di negara ini,” ujar Booker.

O'Rourke dan Booker merupakan beberapa di antara banyak kandidat capres dari Demokrat yang bekal bersaing untuk menantang Trump dari Republik dalam kancah pilpres 2020. Hampir semua kandidat Demokrat mengecam retorika Trump karena mengobarkan ketegangan dan kemarahan rasial.

“Kami telah melihat kehidupan orang-orang terancam karena presiden ini membangkitkan kebencian. Ini adalah presiden yang sangat berbahaya yang kita miliki sekarang,” kata Booker.

Sementara itu, pihak FBI dan Departemen Kehakiman AS telah membuka penyelidikan atas kematian Epstein. Menurut beberapa sumber, Epstein tewas karena gantung diri. Kasus dugaan bunuh diri dalam penjara federal ini menimbulkan teka-teki yang meluas.

“Kematian Epstein menimbulkan pertanyaan serius yang harus dijawab,” tegas Jaksa Agung AS William Barr dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top