Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MUI Kecam Serangan AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam serangan Amerika Serikat hingga membunuh perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Januari 2020  |  18:37 WIB
Para pelayat menghadiri prosesi pemakaman komandan militer Iran Qassem Soleimani, yang juga kepala divisi elit Quds Force of the Revolutionary Guards, serta pemimpin kelompok militan Irak Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas dalam serangan udara oleh AS di bandara Baghdad, di Kerbala, Irak, Sabtu (4/1/2020). - Reuters/Abdullah Dhiaa al/Deen
Para pelayat menghadiri prosesi pemakaman komandan militer Iran Qassem Soleimani, yang juga kepala divisi elit Quds Force of the Revolutionary Guards, serta pemimpin kelompok militan Irak Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas dalam serangan udara oleh AS di bandara Baghdad, di Kerbala, Irak, Sabtu (4/1/2020). - Reuters/Abdullah Dhiaa al/Deen

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam serangan Amerika Serikat hingga membunuh perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak.

Soleimani tewas dalam serangan pasukan AS bersama pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

"Pembunuhan yang dilakukan secara terencana oleh pemerintah AS ini tentu jelas  akan memantik ketegangan dan ancaman baru," kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Minggu (5/1/2020).

Dia  menyatakan bahwa Iran sebagai negara yang berdaulat tidak akan tinggal diam dan akan melakukan pembalasan terhadap pemerintah AS. Menurutnya, serangan Iran ini sangat mungkin tak terdeteksi oleh AS maupun negara lain.

"Sehingga tidak mustahil hal demikian akan  bisa menimbulkan bencana dan malapetaka yang jauh lebih besar lagi," ujarnya.

Karena itu MUI meminta AS yang kini dipimpin Donald Trump itu dan negara-negara besar lain untuk tidak memakai cara kekerasan dan tak beradab dalam menyelesaikan masalah. Menurutnya, cara tersebut bisa menimbulkan masalah baru yang lebih rumit.

"Selain tidak mudah untuk  menyelesaikannya  juga akan bisa menyeret dan merusak  kehidupan rakyat dan masyarakat di negara lain, karena naiknya harga minyak dunia dan terganggunya perdagangan internasional yang ada," katanya.

AS meluncurkan serangan udara usai Soleimani turun dari pesawat yang mendarat di Bandara Baghdad. Selain Soleimani, wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda juga turut meninggal dalam insiden tersebut.

Serangan ini terjadi dua hari setelah milisi Syiah Irak dan simpatisannya menyerbu kedutaan besar Amerika Serikat di Baghdad. Insiden itu terjadi setelah AS membombardir markas Kataib Hizbullah pada akhir pekan lalu hingga menewaskan 25 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran Donald Trump majelis ulama indonesia
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top