Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ledakan di Ibu Kota Somalia, Tewaskan Sedikitnya 13 Orang

Menurut warga setempat dan wartawan Reuters, setelah suara ledakan dahsyat di pos pemeriksaan Ex-Control di Mogadishu muncul, Sabdow Ali (55) yang tinggal di dekat lokasi itu mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa ia keluar dari rumahnya dan menghitung sedikitnya 13 orang tewas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Desember 2019  |  17:52 WIB
Aparat keamanan menyelidiki tempat kejadian ledakan bom mobil di pos pemeriksaan di Mogadishu, Somalia, Sabtu (28/12/2019). /ANTARA/REUTERS - FEISAL OMAR.
Aparat keamanan menyelidiki tempat kejadian ledakan bom mobil di pos pemeriksaan di Mogadishu, Somalia, Sabtu (28/12/2019). /ANTARA/REUTERS - FEISAL OMAR.

Bisnis.com, MOGADISHU – Sebuah ledakan terjadi di pos pemeriksaan yang ramai di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai belasan orang lainnya pada Sabtu (28/12/2019).

Ledakan terjadi di tengah kondisi yang tidak aman di negara Tanduk Afrika tersebut.

Menurut warga setempat dan wartawan Reuters, setelah suara ledakan dahsyat di pos pemeriksaan Ex-Control di Mogadishu muncul, Sabdow Ali (55) yang tinggal di dekat lokasi itu mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa ia keluar dari rumahnya dan menghitung sedikitnya 13 orang tewas.

“Puluhan orang yang terluka berteriak meminta bantuan, namun polisi langsung melepaskan tembakan dan saya langsung kembali pulang ke rumah,” katanya.

Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Medina, tempat wartawan Reuters menyaksikan puluhan orang tiba dengan ambulans dari lokasi kejadian.

Berbicara kepada awak media di lokasi ledakan, Wali Kota Mogadishu Omar Muhamoud menyebutkan pemerintah memastikan sedikitnya 90 warga sipil, kebanyakan pelajar, terluka akibat ledakan.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan tersebut, namun kelompok al Shabaab yang terkait al-Qaida dan berniat menggulingkan pemerintah dukungan PBB, kerap melancarkan serangan semacam itu.

Polisi tak dapat dihubungi untuk dimintai informasi mengenai jumlah korban. Otoritas pemerintah mengatakan kepada personel medis untuk tidak menyebutkan jumlah tersebut seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Wartawan juga dilarang mendatangi lokasi serangan.

Somalia terpecah oleh konflik bersenjata sejak 1991, ketika panglima perang berbasis klan menggulingkan diktator Siad Barre, dan kemudian saling berperang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

somalia

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top