Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Manjakan Makau dengan Fasilitas Ekonomi

Presiden China Xi Jinping datang ke Makau untuk merayakan hari jadi 20 tahun sejak wilayah ini kembali dikuasai China.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  19:20 WIB
Presiden China Xi Jinping - REUTERS/Mike Hutchings
Presiden China Xi Jinping - REUTERS/Mike Hutchings

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping datang ke Makau untuk merayakan hari jadi 20 tahun sejak wilayah ini kembali dikuasai China.

Pada saat yang sama, Xi diperkirakan akan mengumumkan fasilitas ekonomi sebagai 'hadiah' atas loyalitasnya kepada China serta stabilitas pada kondisi ekonomi dan politik.

Keamanan diperketat di pusat judi Asia tersebut, terutama bagi orang-orang yang datang dari Hong Kong.

Di antara kebijakan yang akan disampaikan Xi adalah langkah-langkah diversifikasi basis ekonomi bagi kawasan bekas jajahan Portugis tersebut di luar bisnis kasino yang selama ini menopang pertumbuhan.

"Kami akan bekerja sama untuk menggambar sebuah cetak biru pengembangan masa depan Makau," ujar Xi saat tiba di Makau, menurut kantor berita resmi Xinhua, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (18/12).

Rencana diversifikasi yang akan diungkapkan nanti mencakup rencana pengembangan Makau menjadi pusat keuangan, termasuk didirikannya bursa efek baru dalam mata uang yuan.

Kunjungan Xi ke Makau kali ini termasuk pertemuan dengan pejabat pemerintah dan perwakilan bisnis.

Dia juga akan menghadiri pelantikan pemimpin baru Makau, Ho Iat-seng, pada Jumat (20/12).

Makau kembali ke pemerintahan China pada 20 Desember 1999, dengan aturan “satu negara, dua sistem” yang bertujuan menjaga otonomi daerah, seperti yang diimplementasikan di Hong Kong.

Ketika para pengunjuk rasa di Hong Kong, di seberang muara Sungai Pearl, geram dengan Beijing yang melanggar hak kebebasan mereka, Makau menunjukkan perbedaan sikap.

Aksi protes sangat jarang terjadi di Makau, di mana setengah dari 620.000 populasi kota ini adalah imigran dari China yang datang selama beberapa dekade terakhir.

"Pemerintah pusat dan rakyat China bangga dengan pencapaian dan kemajuan [Makau]," kata Xi, menurut kantor berita Xinhua.

Makau telah lama menunjukkan sikap patuh kepada para pemimpin China.

Tidak seperti Hong Kong, pemerintah kota itu mengesahkan undang-undang keamanan nasional yang diamanatkan Beijing sejak satu dekade lalu.

Aksi protes massal terakhir terjadi saat pemerintah kota Makau mencabut undang-undang penggelembungan tunjangan pensiun untuk para pejabat tinggi pada 2014.

“Sementara orang-orang Hong Kong dapat dimobilisasi dengan memperjuangkan nilai abstrak demokrasi dan kebebasan, Makau berorientasi pada kepentingan. Hanya sedikit kebijakan pemerintah yang dapat memicu keluhan sosial,” kata Ieong Meng U, asisten profesor di Departemen Pemerintahan dan Administrasi Publik Universitas Macau.

Stabilitas Macau dapat dilihat dari monopolinya pada perjudian kasino di China, sebuah industri yang menyumbang 80% dari total pendapatan pemerintah dan mendukung pemberian sekitar US$1.000 per tahun bagi para penduduknya.

Berapa lama kesuksesan ini berlangsung tidak jelas, karena pertumbuhan China yang melambat dan meningkatnya persaingan di luar negeri memangkas pengembalian dari sejumlah operator kasino termasuk Las Vegas Sands Corp, MGM Resorts International dan Wynn Resorts Ltd.

Meski demikian, tidak semua orang puas dengan pemerintah kota, seperti aksi protes pada 2014 lalu terhadap besaran tunjangan pensiun.

Peran dominan bisnis perjudian pada ekonomi telah memicu kecaman, sebagian karena keterkaitannya dengan peningkatan aktivitas kriminal, dari rentenir dan pencucian uang hingga perkelahian antar klan dan pelacuran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xi jinping Makau
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top