Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Delapan Menteri Agama Bahas Isu Keagamaan di Yordania

Delapan negara anggota Badan Eksekutif Konferensi Menteri Agama, Wakaf dan Urusan Islam berkumpul di Amman, Yordania. Mereka menggelar sidang putaran ke-12 dengan membahas isu-isu keberagaman.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  13:59 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Delapan negara anggota Badan Eksekutif Konferensi Menteri Agama, Wakaf dan Urusan Islam berkumpul di Amman, Yordania. Mereka menggelar sidang putaran ke-12 dengan membahas isu-isu keberagaman.

Perwakilan Indonesia dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. Kehadirannya didampingi Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Muchlis M Hanafi. Selain itu para negara sahabat turut hadir seperti Menteri Wakaf Mesir, Dr. Mukhtar Gomoa, Menteri Agama Pakistan dan Gambia, Dirjen Urusan Islam Kuwait dan Dirjen Urusan Wakaf Maroko.

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Badan Eksekutif yang juga Menteri Urusan Islam, Dakwan dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdul Lathif Abdul Al-Aziz Alu Syeikh, dan Menteri Wakaf, Urusan Islam dan Tempat-Tempat Suci, Dr. Muhammad Ahmad Khalayilah.

Wamenag Zainut Tauhid mengingatkan besarnya tantangan yang dihadapi dunia Islam saat ini, baik yang bersifat internal maupun eksternal, antara lain ancaman ekstremisme dan terorisme, serta fenomena islamophobia. Perlu kerja sama yang erat antara negara-negara Islam untuk menghadapi itu semua.

"Indonesia mendukung penuh setiap upaya dan inisiatif untuk mencari solusi bagi semua yang persoalan yang dihadapi, mulai dari persoalan ekstremisme dan radikalisme, pembaruan wacana keagamaan, pengelolaan wakaf, masjid, dan managemen dakwah dalam menghadapi tantangan global," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (13/12/2019).

"Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat serius dalam upaya penanggulangan ancaman radikalisme dan ekstremisme serta komitmen meneguhkan moderasi beragama," sambungnya.

Tahun depan Konferensi Tingkat Menteri Agama, Urusan Islam dan Wakaf negara-negara Islam akan diselenggarakan di Saudi Arabia. Putusan itu atas usulan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Seluruh negara sepakat mengangkat tema ‘Moderasi sebagai Jalan Hidup’.

Zainut Tauhid mengusulkan agar tema anti/kebencian terhadap Islam dan Umat Islam (islamophobia) yang akhir-akhir ini semakin menguat, terutama di Barat, menjadi salah satu topik pembahasan.

Selain itu, dalam sidang tersebut juga menerima usulan Indonesia agar dibahas penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks bernuansa keagamaan.

Dalam sesi diskusi, Zainut Tauhid menjelaskan peran ulama melalui Fatwa MUI tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial no 24 tahun 2017 dan Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam mengatasi penyalahgunaan media sosial.

Adapun topik lainnya yang dibahas adalah pengalaman negara-negara Islam dalam mengelola wakaf untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sabotase mimbar untuk menebar ujaran kebencian dan paham ekstrem, managemen dakwah, konsep kewarganegaraan (al-muwâthanah).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top