Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekolah Tiga Hari dalam Sepekan, Kak Seto Diharap Bicara dengan DPR

Usulan sekolah hanya tiga hari dalam sepekan dinilai masih memerlukan kajian. Kak Seto, pengusul gagasan itu, diharapkan bisa berkomunikasi dengan DPR.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Desember 2019  |  00:47 WIB
Ilustrasi - Sejumlah siswa SD bergandengan tangan bersama saat kegiatan Memeluk Jatigede 2018 di Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018). Kegiatan yang diikuti 30 ribu peserta dari siswa SD, SMP, serta guru se-Kabupaten Sumedang tersebut dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. - Antara
Ilustrasi - Sejumlah siswa SD bergandengan tangan bersama saat kegiatan Memeluk Jatigede 2018 di Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018). Kegiatan yang diikuti 30 ribu peserta dari siswa SD, SMP, serta guru se-Kabupaten Sumedang tersebut dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Usulan sekolah hanya tiga hari dalam sepekan dinilai masih memerlukan kajian. Kak Seto, pengusul gagasan itu, diharapkan bisa berkomunikasi dengan DPR.

Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan perlu adanya kajian dan pembahasan secara menyeluruh terkait usulan sekolah cukup dilaksanakan tiga hari dalam seminggu.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau biasa dikenal Kak Seto kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

"Ini kan berupa tawaran sehingga perlu pula diriset ke dalam regulasi yang ada termasuk Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional," kata politisi dari Fraksi PPP DPR RI itu di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Sejauh ini, ia mengakui belum melakukan kajian terhadap usulan tersebut serta belum memahami atau mengetahui sepenuhnya.

Namun, untuk eksekusi usulan semacam itu tentunya perlu menghadirkan banyak pihak baik dari akademisi maupun praktisi sehingga tidak merujuk pada satu pandangan saja.

Menurutnya, masukan tersebut harus dibahas secara komprehensif sehingga dapat mengetahui alasan-alasan konkret serta solusi yang ditawarkan terkait hal itu.

"Kak Seto selama ini melakukan pendampingan terhadap anak dan ia sangat peduli dengan pendidikan anak. Mungkin untuk membahas usulan itu bisa melalui jalur legislasi dan eksekutif," kata dia.

Bahkan, ujarnya, Kak Seto sebaiknya tidak hanya mengajukan kepada menteri terkait, melainkan juga berkoordinasi dan berkomunikasi dengan DPR RI khususnya Komisi X untuk membahas berbagai pertimbangan terkait sekolah tiga hari dalam seminggu.

Termasuk pula, ujar dia, pertemuan itu dibutuhkan untuk mengetahui pandangan tersebut lebih dalam serta melihat di mana saja usulan serupa sudah diterapkan.

"Ini perlu adanya kajian. Artinya kalau memang dari rentetan kajian dan hasilnya itu yang terbaik, lalu kenapa tidak? Intinya butuh kajian mendalam," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah kak seto komisi x dpr ri Nadiem Makarim

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top