Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sejumlah Kejanggalan Ledakan di Monas, Granat Asap Disangsikan

Polisi menyatakan masih menyelidiki asal usul granat asap yang disebut sebagai sumber ledakan di Monas, Selasa (3/12/2019). Ledakan itu melukai dua anggota TNI yang sedang berolahraga di sana.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  09:14 WIB
Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019). - Antara
Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi menyatakan masih menyelidiki asal usul granat asap yang disebut sebagai sumber ledakan di Monas, Selasa (3/12/2019). Ledakan itu melukai dua anggota TNI yang sedang berolahraga di sana. 

Pemeriksaan disebutkan dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Polri terhadap serpihan dan kepingin granat. Selain juga mengumpulkan keterangan korban dan para saksi.

Sekalipun telah dinyatakan ada serpihan dan kepingan itu, Dosen Pengkajian Strategis Keamanan di FISIP UPN Veteran Jakarta, Beni Sukadis, masih sangsi sumber ledakan adalah granat asap.

Menurutnya, granat jenis itu tak memiliki dampak ledakan yang akan membuat orang terluka parah.

"Kecuali ada hal-hal lain, seperti peledak rakitan," ujar Beni saat dihubungi, Rabu (4/12/2019).

Lalu sesuai namanya, Beni menjelaskan, granat asap hanya membuat asap di lokasi. Asap itu biasanya merah, kuning, atau hijau dengan durasi 3 - 5 menit. Namun usai terjadi ledakan Selasa lalu, dari foto dan video yang beredar, tak dilihatnya sisa asap seperti itu.

"Memang ada bom asap putih, tapi jarang," kata Beni.

Ia menduga, benda yang meledak itu bukan granat asap. Bukan pula granat nanas yang lebih umum.

"Jika benar benda itu adalah granat nanas, ledakannya akan lebih besar dan korban akan luka lebih parah."

Akibat ledakan tersebut, dua anggota TNI terluka. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengutarakan korban pertama bernama Sersan Kepala Fajar Arisworo mendapat luka paling parah. Fajar disebut mengalami luka di tangan kirinya karena memegang granat.

Menurut Yusri, belum ada informasi lebih lanjut apakah granat meledak setelah Fajar memegangnya. Polisi pun belum mengetahui alasan Fajar menggenggam granat tersebut. 

"Itu masih belum kami dapat keterangannya karena masih dirawat," ujar Yusri.

Korban kedua ledakan granat asap adalah Prajurit Kepala Gunawan Yusuf yang mengalami luka di paha. Gunawan, papar Yusri, sempat berlari minta tolong kepada kawannya. Sementara Fajar sempat duduk setelah terkapar.

 "Keduanya sadar," ucap dia

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

monas ledakan granat

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top