Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Misteri Hakim Tewas di Jurang, Polisi Periksa 18 Orang

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Utara (Sumut) menyatakan hingga Selasa (3/12/2019) sudah 18 orang yang diperiksa terkait kematian Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin yang tewas diduga dibunuh
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  13:07 WIB
Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik saat dijumpai di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/12/2019). - Antara
Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik saat dijumpai di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/12/2019). - Antara

Bisnis.com,  MEDAN - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Utara (Sumut) menyatakan hingga Selasa (3/12/2019)  sudah 18 orang yang diperiksa terkait kematian hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin yang tewas diduga dibunuh

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Selasa (3/12/2019), mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh tim penyidik Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

"Sudah 18 saksi diperiksa penyidik. Mereka yang dimintai keterangan merupakan kerabat dan keluarga," katanya.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik mengatakan sejumlah pejabat di lingkungan Pengadilan Negeri telah diperiksa, yakni Ketua Panitera Teni Martin, Kaur Umum Arif Karo-Karo.  Kemudian, Hakim PN Medan Morgan dan Dominggus, dan staf panitera Larasati.

"Total tujuh orang yang diperiksa di Polrestabes Medan, termasuk saya sendiri juga diperiksa. Kalau yang diperiksa Polda ada satu orang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2029) siang.

Korban yang merupakan hakim dan humas Pengadilan Negeri (PN) Medan itu ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

 Menanggapi kasus tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan bahwa korban diduga kuat dibunuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hakim polda sumut

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top