Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Pro-Demonstran Hong Kong, Dubes China Ingatkan Kanada Tak Ikut-ikutan

Duta besar baru China untuk Kanada Cong Peiwu memperingatkan pemerintah Kanada agar tidak ikut-ikutan dengan langkah Amerika Serikat yang resmi berpihak pada demonstran dalam aksi protes di Hong Kong.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 23 November 2019  |  06:22 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau - outnews.co.uk
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau - outnews.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Duta Besar baru China untuk Kanada Cong Peiwu memperingatkan pemerintah Kanada agar tidak ikut-ikutan dengan langkah Amerika Serikat yang resmi berpihak pada demonstran dalam aksi protes di Hong Kong.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (23/11/2019), Cong Peiwu menyampaikan pesan yang tanpa kompromi dengan menyebut efeknya akan membuat “kerusakan yang sangat parah” pada hubungan Kanada yang sudah buruk dengan Beijing.

“JIka seseorang di sini benar-benar mencoba untuk… memiliki hukum seperti ini di Amerika Serikat, itu sangat berbahaya,” katanya.

Kanada, yang telah terkunci dalam perselisihan perdagangan dan diplomatik dengan China, telah berulang kali menyatakan keprihatinannya tentang keselamatan 300.000 warganya yang ada di Hong Kong. Seperti diketahui, kota bekas koloni Inggris itu tengah porak poranda akibat aksi demo anti-Pemerintah China yang telah terjadi sejak Juni lalu.

Adapun, DPR AS pada Rabu (20/11/2019), telah mengesahkan dua undang-undang baru terkait Hong Kong yang mendukung para demonstran dan memberikan peringatan kepada China terkait perlindungan hak asasi manusia.

“Jika sesuatu terjadi seperti ini, tentu saja akan memilki kerusakan yang sangat buruk pada hubungan bilateral kami, dan tentu hal itu bukanlah yang diinginkan Kanada,” tambahnya.

Cong juga mengulangi permintaan Beijing agar Kanada segera membebaskan Kepala Keuangan Huawei Technologies Co. Ltd. Meng Wanzhou, yang keluar tanpa jaminan setelah polisi Kanadanya menahannya dengan surat perintah penangkapan AS pada Desember lalu.

“Kejadian ini telah menyebabkan kesulitan para yang dihadapi kedua negara saat ini,” katanya.

Tak lama setelah penangkapan Meng, China juga menangkap dua warga Kanada dengan tuduhan terkait rahasia negara dan sejak itu China memblokir impor benih kanola dari Kanada.

“Jika Kanada ingin melindungi warganya, negara itu harus meminta para perusuh itu untuk menghentikan kekerasan, jika tidak orang-orang Kanada yang tinggal di Hong Kong bagaimana mereka bisa selamat,” kata Cong.

Sebelumnya secara terpisah pada Rabu (20/11/2019), Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan “akan terus menyerukan agar de-ekskalasi dan mengakhiri tindakan kekerasan” ketika ditanya soal langkah tambahan yang akan diambil Kanada untuk melindungi warganya di Hong Kong. Dia juga mendesak untuk dibukanya kesempatan dialog antara pemerintah dan demonstran.

Aksi kekerasan dalam demo yang telah terjadi selama berbulan-bulan di Hong Kong semakin membuat kondisi kota tersebut semakin kacau dan mengalami resesi ekonomi. Adapun Pemerintah China mendorong agar kepolisian terus menghentikan protes sekalipun dengan menggunakan cara kekerasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china kanada hong kong
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top