Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korea Utara : AS Harus Tanggung Jawab Jika Perundingan Gagal

Korea Utara menyatakan Amerika Serikat harus  bertanggungjawab jika kesempatan untuk diplomasi atas masalah semenanjung Korea gagal.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 23 November 2019  |  01:49 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang  dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Utara menyatakan Amerika Serikat harus  bertanggungjawab jika kesempatan untuk diplomasi atas masalah semenanjung Korea gagal.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui, pembantu dekat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan salah satu negosiator nuklir utama Korea Utara.

Komentar Choe ini adalah upaya terbaru Pyongyang untuk menekan Washington untuk mengubah sikap di tengah negosiasi nuklir yang macet.

“Amerika Serikat harus mengambil tanggungjawab penuh kalau kesempatan untuk diplomasi di Semenanjung Korea ini sampai menghilang karena AS tidak mengambil tindakan yang sesuai,” kata Choe kepada wartawan.

Hal itu disampaikan Choe di Moskow usai bertemu pejabat Rusia, menurut laporan Kantor Berita Korsel Yonhap seperti dilansir Reuters, Jumat (22/11/2019).

Akan tetapi, Choe tidak memerinci lebih lanjut langkah-langkah AS yang dia maksudkan.

Pada kesempatan berbeda beberapa hari sebelumnya, Choe mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump akan semakin mustahil terjadi sampai “kebijakan bermusuhan” yang ditunjukkan AS kepada Pyonyang dihapus.  

Meski tak memerinci sikap bermusuhan dimaksud, Choe mengatakan AS tak bisa mempertahankan sikapnya yang memandang Korea Utara sebagai musuh jika ingin perundingan denuklirisasi kembali dilaksanakan.

Korea Utara juga menyerukan diakhirinya latihan militer bersama antara AS dan Korsel, serta pencabutan sanksi internasional yang dikenakan untuk uji coba rudal nuklir dan balistik, yang dihentikan pada akhir 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Korea Utara nuklir korut

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top