Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Xi Jinping Tegaskan Perlunya Kesetaraan dalam Kesepakatan Dagang AS-China

Presiden China Xi Jinping mengutarakan keinginan China untuk berupaya mencapai perjanjian perdagangan “fase satu” dengan Amerika Serikat (AS) berdasarkan rasa saling menghormati dan kesetaraan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 November 2019  |  14:43 WIB
Presiden China Xi Jinping - REUTERS/Mike Hutchings
Presiden China Xi Jinping - REUTERS/Mike Hutchings

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping mengutarakan keinginan China untuk berupaya mencapai perjanjian perdagangan “fase satu” dengan Amerika Serikat (AS) berdasarkan rasa saling menghormati dan kesetaraan.  

Komentar tersebut adalah yang pertama disampaikan Xi Jinping tentang kesepakatan parsial yang kemungkinan akan ditandatanganinya bersama Presiden AS Donald Trump.

Dalam pernyataannya pada Jumat (22/11), Xi Jinping menegaskan bahwa China tidak menginginkan perang dagang, tetapi juga tidak takut untuk melawannya.

“Kami tidak memulai perang dagang ini dan ini bukan sesuatu yang kami inginkan,” tegas Xi dalam sebuah pertemuan yang turut dihadiri mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger.

“Jika perlu, kami akan melawan, tetapi kami telah berupaya aktif untuk mencoba tidak melakukan perang dagang,” sambung Xi, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Komentarnya itu keluar hanya beberapa hari setelah Trump mengatakan China tidak melangkah ke tingkat seperti yang ia inginkan dalam negosiasi.

Sejak Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan “fase satu” sebulan yang lalu, pasar telah dibuat galau oleh komentar tak pasti dari kedua belah pihak. Hari ini menunjukkan kemajuan, hari kemudian perkataan bisa terdengar sebaliknya.

Pada Rabu (20/11), Wakil Perdana Menteri China sekaligus juru runding perdagangan, Liu He, mengindikasikan optimismenya untuk mencapai fase pertama kesepakatan dengan AS.

Pemerintah AS dan China saat ini tengah berupaya untuk menyusun perjanjian perdagangan parsial di tengah ketegangan yang meluas, termasuk kekhawatiran hak asasi manusia atas protes pro-demokrasi di Hong Kong.

Sumber terkait dengan pembicaraan perdagangan kedua belah pihak bersikeras bahwa para negosiator sejauh ini telah dapat menghindari meningkatnya beberapa area gesekan, seperti Hong Kong, untuk menginfeksi pembicaraan mereka. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xi jinping perang dagang AS vs China
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top