Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Rusia-Prancis Bahas Rencana Perdamaian dengan Ukrania

Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron membahas rencana pertemuan perdamaian dengan Ukrania lewat sambungan telepon pada Senin (18/11/2019).
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 19 November 2019  |  00:11 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA –Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron membahas rencana pertemuan perdamaian dengan Ukrania lewat sambungan telepon pada Senin (18/11/2019).

Hal itu dilaporkan oleh Interfax, kantor berita nonpemerintah Rusia yang berbasis di Moskwa, seperti dikutip oleh Reuters.

Kremlin (kantor resmi Presiden Rusia) juga mengkonfirmasi bahwa Putin ikut serta dalam pertemuan puncak internasional empat pihak pada 9 Desember 2019 dengan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Ukrania. Pertemuan itu terkait dengan upaya untuk memajukan resolusi damai dalam konflik di Ukrania Timur.

Beberapa waktu lalu, Presiden Putin sempat menyatakan akan membahas konflik di Ukrania Timur apabila bertemu dengan pemimpin baru Ukrania yakni Presiden Volodymyr Zelensky.

Secara terpisah, Zelensky yang baru dilantik pada Mei 2019, juga menyampaikan tawaran kepada Presiden Putin untuk bertemu dan berunding serta meminta para pemimpin negara barat menjadi penengah.

Zalensky menawarkan agar dalam upaya dialog yang baru nantinya melibatkan pimpinan Amerika Serikat dan Inggris, dua negara yang menjadi pendukungnya, serta Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebagai informasi, konflik menahun yang meletus di Ukrania Timur, terjadi  sejak 2014 setelah adanya pemberontakan rakyat yang digulingkan presiden pro-Kremlin Viktor Yanukovych. Sedikitnya 13.000 orang korban dilaporkan tewas dalam perang antara militer dan kelompok separatis itu.

Ukrania dan negara Barat pendukungnya menuding Rusia ikut mendukung para pemberontak dan menyalurkan persenjataan dan pasukan. Selain itu, konflik tersebut juga diperparah dengan aksi Rusia yang mencaplok dan menduduki Crimea.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis rusia Rusia Invasi Crimea
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top