Situasi Hong Kong Makin Kacau, Ratusan Demonstran Pro China Gelar Unjuk Rasa

Warga Hong Kong pro China ikut turun ke jalanan untuk memberikan dukungan kepada pemerintah setempat dan polisi.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 November 2019  |  14:00 WIB
Situasi Hong Kong Makin Kacau, Ratusan Demonstran Pro China Gelar Unjuk Rasa
Warga Hong Kong pro China mengibarkan bendera China dan berbagai poster dalam aksi unjuk rasa mendukung Beijing serta polisi Hong Kong di gedung Dewan Legislatif di Hong Kong, China, Sabtu (16/11/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Ratusan demonstran pro China berunjuk rasa di Hong Kong, Sabtu (16/11/2019), untuk mengecam kerusuhan anti pemerintah yang makin keras dan mendukung pihak polisi yang telah menjadi sasaran utama serangan.

Dilansir dari Reuters, para pengunjuk rasa pro China berkumpul di gedung Dewan Legislatif dan markas besar kepolisian Hong Kong sambil mengibarkan bendera China dan Hong Kong. Beberapa di antaranya membawa poster yang menyatakan "Polisi kami mendukung Anda," sedangkan yang lain meneriakkan "Dukung Polisi!"

Sebelumnya, para pengunjuk rasa pro China telah turun ke jalan. Namun, jumlah massanya jauh lebih kecil dibandingkan massa demonstran anti pemerintah yang marah pada penguasa Partai Komunis di Beijing.

"Dari lubuk hati kami, kami percaya itu adalah hal yang benar untuk mendukung polisi dalam memerangi para perusuh bagi warga Hong Kong," kata seorang ibu rumah tangga berusia 49 tahun yang turut dalam unjuk rasa hari ini.

Dia juga menuturkan banyak warga yang diam dan takut pada perusuh, tapi sekarang adalah waktunya bagi mereka dan menegaskan bahwa hal itu sudah cukup.

Dalam beberapa hari terakhir, kerusuhan di Hong Kong makin bergejolak. Pada Rabu (13/11), sekitar 1.000 pengunjuk rasa memblokir jalanan di pusat kota, yang menjadi lokasi gerai brand ritel mewah dan apartemen kelas atas, saat jam makan siang. Mereka mengenakan masker dan memakai pakaian layaknya pekerja kantoran, berbaris sembari melemparkan batu bata ke jalan.

Sejumlah universitas juga dibarikade oleh para mahasiswanya. Pada malam sebelumnya, para pengunjuk rasa dan polisi bentrok di beberapa kampus.

Saat itu, terjadi beberapa ledakan, tembakan gas air mata, dan peluru karet yang kemudian memakan korban luka-luka. Polisi mengklaim membantu beberapa kelompok mahasiswa asal China daratan untuk mengamankan diri ke lokasi aman menggunakan kapal.

Biro Pendidikan Hong Kong menyampaikan sekolah-sekolah ditutup pada Kamis (14/11). Sejumlah universitas akan menggunakan sistem online learning dan lainnya mengkaji ulang metode pembelajaran untuk sisa semester ini.

Para pengunjuk rasa meluapkan kemarahan mereka karena menilai polisi melakukan kekerasan dalam menghadapi aksi protes. Mereka juga menuding Beijing melakukan intervensi dalam kebebasan yang dijamin di Hong Kong lewat prinsip "One Country, Two Systems" yang berlaku sejak 1997.

China membantah melakukan intervensi dan balik menyalahkan negara-negara Barat, seperti Inggris dan AS, karena dinilai ikut memanas-manasi situasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, china

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top