Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO Komentari Pembunuhan Khashoggi, #BoycottUber Jadi Trending Topic

Tagar #BoycottUber sontak menjadi trending topic Twitter di Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/11/2019) setelah CEO Uber Dara Khosrowshahi berkomentar soal kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 November 2019  |  07:42 WIB
CEO Komentari Pembunuhan Khashoggi, #BoycottUber Jadi Trending Topic
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Middle East Monitor di London, Inggris 29 September 2018. Foto: Reuters - Middle East Monitor

Bisnis.com, JAKARTA – Tagar #BoycottUber sontak menjadi trending topic Twitter di Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/11/2019) setelah CEO Uber Dara Khosrowshahi berkomentar soal kasus pembunuhan Jamal Khashoggil.

Dalam sebuah wawancara di acara televisi "Axios on HBO", Khosrowshahi mengatakan bahwa pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi merupakan "kesalahan" yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

Ia juga membandingkan kesalahan tersebut dengan insiden yang dialami mobil swakemudi Uber pada 2018 di Tempe, Arizona. Saat itu, mobil Uber yang menguji perangkat lunak kemudi otonom menabrak dan menewaskan seorang wanita berusia 49 tahun ketika ia tengah menyeberang jalanan.

Diskusi wawancara itu kemudian beralih pada peran pemerintah Saudi dalam pembunuhan Khashoggi di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

“Saya pikir pemerintah mengatakan mereka melakukan kesalahan. Ini kesalahan serius. Kami juga membuat kesalahan dengan swakemudi. Kami kemudian menghentikannya dan pulih dari kesalahan itu,” tutur Khosrowshahi.

“Saya pikir setiap orang bisa membuat kesalahan, tetapi tidak berarti mereka tidak pernah bisa dimaafkan,” tambahnya dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (10/11/2019).

Komentar itu sontak menyulut protes dari para pelanggan terhadap perusahaan penyedia jasa transportasi ini. Tagar #BoycottUber pun menjadi trending Twitter.

Respons tersebut serupa dengan gerakan boikot pada 2017, ketika dukungan yang dipandang diberikan oleh Uber untuk Presiden Donald Trump dan kebijakan-kebijakan imigrasinya mendorong kampanye #DeleteUber. Lebih dari 200.000 orang menghapus aplikasi Uber selama gerakan itu.

Khosrowshahi tampaknya menyadari komentarnya tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dikirimka ke Axios setelah wawancara, ia menyesali telah melontarkan komentar seperti itu.

“Saya mengatakan sesuatu yang saya tidak percaya. Pembunuhan Khashoggi tercela dan tidak boleh dilupakan,” tulis Khosrowshahi.

“Tidak ada yang bisa memaafkan ataupun melupakan apa yang terjadi pada Jamal Khashoggi dan saya salah telah menyebutnya kesalahan,” tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taksi uber Jamal Khashoggi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top