Begini Penjelasan KPU Soal PAW Yasonna Laoly dkk di DPR 

Lima anggota DPR periode 2019-2024 telah diangkat menjadi menteri pada kabinet Indonesia Maju yang dipimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin. Konsekuensinya, para legislator tersebut harus mengundurkan diri dari Senayan.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  17:53 WIB
Begini Penjelasan KPU Soal PAW Yasonna Laoly dkk di DPR 
Mantan Menkumham Yasonna Laoly tiba Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019) - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Menyusul pelantikan anggota Kabinet Indonesia Maju, pengocokan ulang personalia akan berlangsung di Dewan Perwakilan Rakyat.

Lima anggota DPR periode 2019-2024 telah diangkat menjadi menteri pada kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin. Konsekuensinya, para legislator tersebut harus mengundurkan diri dari Senayan.

Mereka adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Selain lima nama itu, legislator yang juga masuk Kabinet Indonesia Maju adalah Abdul Halim Iskandar. Namun, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut berangkat dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.

Merujuk pada UU No. 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), pengunduran diri anggota DPR akan disusul dengan mekanisme penggantian antarwaktu (PAW). Namun, proses tersebut tetap melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa parpol akan mengusulkan nama pengganti anggota DPR kepada pimpinan dewan. Selanjutnya, pimpinan DPR menyurati KPU untuk mengonfirmasi figur pengganti.

Anggota DPR mesti berstatus peraih suara terbanyak di daerah pemilihan masing-masing. Dengan demikian, pengganti anggota DPR yang dianggat jadi menteri itu adalah mereka yang meraih suara terbanyak berikutnya.

“Kemudian KPU mengirimkan surat jawaban ke DPR berdasarkan keputusan KPU tentang perolehan hasil suara siapa sih peraih suara terbanyak berikutnya di dapil,” kata Hasyim usai sidang putusan sengketa hasil Pileg 2019 di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan hasil Pileg 2019, lima menteri asal DPR tersebut memperoleh suara jumbo di dapil masing-masing alias di atas 100.000 suara.

Yasonna Laoly mengumpulkan 124.848 suara di Dapil Sumatra Utara I. Meski demikian, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu masih kalah dari kolega separtainya Sofyan Tan yang meraup 158.495 suara.

Peter Batubara masuk Senayan setelah mendapatkan amanah dari 171.269 pemilih di Dapil Jawa Tengah I. Wakil Bendahara Umum DPP PDIP itu juga maju dari Dapil Jateng I pada Pileg 2014.

Di Dapil Nusa Tenggara Timur I, Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Johnny G. Plate meraup 122.290 suara. Koleksi tersebut sekaligus yang tertinggi di antara enam anggota DPR asal Dapil NTT I.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo merajai Dapil Sumatra Selatan I dengan 121.108 suara. Sumsel merupakan kampung halaman bekas Ketua Komisi IV DPR tersebut.

Meski Madura bukan tanah kelahirannya, Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali berhasil meraup 121.351 suara di Dapil Jawa Timur XI yang mencakup Pulau Garam. Pria asal Gorontalo tersebut mengulangi kesuksesan pada Pileg 2014.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, paw, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top