Fakta Menarik Calon Menteri Kesehatan Mayor Jenderal Terawan Agus Putranto

Terawan Agus Putranto akan menjadi nama baru mengisi posisi menteri kesehatan dalam kabinet Joko Widodo - Ma'aruf Amin yang akan dilantik pada Rabu (23/10/2019).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  07:21 WIB
Fakta Menarik Calon Menteri Kesehatan Mayor Jenderal Terawan Agus Putranto
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto, di RSPAD, Jakarta, Senin (2/3/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Terawan Agus Putranto akan menjadi nama baru mengisi posisi menteri kesehatan dalam kabinet Joko Widodo - Ma'aruf Amin yang akan dilantik pada Rabu (23/10/2019). 

Terawan sendiri membenarkan dirinya akan menjadi pengganti Nila F. Moeloek sebagai menteri kesehatan saat berbicara di Istana Kepresidenan usai bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo pada Selasa (22/10/2019) malam. 

Sosoknya sendiri sudah tidak asing di dunia kesehatan Indonesia. Pria berusia 55 tahun tersebut adalah Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, yang merupakan rumah sakit kepresidenan dengan pangkat mayor Jenderal. 

Namanya sempat menimbulkan kontroversi dengan metode ‘cuci otak’ untuk mengatasi stroke  menggunakan alat Digital Subtraction Angiography (DSA). 

Metode berbasis radiologi ini adalah desertasi doktornya di Universitas Hasanuddin, Makassar, dan dinyatakan lulus predikat sangat memuaskan pada 4 Agustus 2016. 

Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan metode ini belum lulus uji klinis terhadap penggunaan teknologi untuk membersihkan saluran ‘gorong-gorong’ pembuluh darah yang tersumbat. 

 Terawan bahkan sempat diberhentikan dari keanggotaan IDI untuk sementara waktu saat isu ini ramai diperbincangkan pada tahun 2018.

Meski mendapatkan pergolakan yang hebat di dalam negeri, nyatanya metode penemuan baru ini sudah mendapat sambutan di Jerman, Belanda, Amerika Serikat dan China. 

Terakhir pada November 2018, RSPAD Gatot Subroto menandatangani kerja sama dengan PT Credit Suisse Vietnam untuk membantu 1.000 pasien stroke dari Vietnam.

Menamatkan pendidikan strata S1-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dan melanjutkan spesialis radiologi di Universitas Airlangga, sebelum akhirnya menerima gelar doktor dari Universitas Hassanudin, Makassar. 

Terawan juga mengungkap dalam pertemuannya dengan Jokowi kemarin malam, ia membahas dua hal penting yang kini menjadi fokus Kementerian Kesehatan yakni stunting dan BPJS. 

"Begitu dilantik, saya pensiun (dari TNI). Namun saya tetap menjadi dokter, bisa menolong dan sebagainya," pungkasnya saat berbicara di Istana Kepresidenan pada Selasa (22/10/2019). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi-Ma'ruf, dokter terawan

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top