Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum di Universitas Wina, Austria

Program perdana pengajaran Bahasa Indonesia dimaksud pertama kali dilaksanakan pada periode Semester Musim Panas (Summer Semester) Maret 2018 lalu.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  17:28 WIB
Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum di Universitas Wina, Austria
Progam BIPA di Universitas Wina Musim Dingin 2019 dibuka oleh Duta Besar RI untuk Austria & Slovevia / Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional Lainnya di Wina, Dr. Darmansjah Djumala di aula Universitas Wina pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019. - KBRI WINA

Bisnis.com, WINA – Universitas Wina (University of Vienna) salah satu universitas tertua dan terbesar di Austria, membuka mata kuliah Bahasa Indonesia untuk tahun ajaran Semester Musim Dingin (Winter Semester), mulai Oktober 2019 – Januari 2020, yang memasuki semester ke-4 pengajarannya.

Program perdana pengajaran Bahasa Indonesia dimaksud pertama kali dilaksanakan pada periode Semester Musim Panas (Summer Semester) Maret 2018 lalu. Sebagai bagian dari penunjang kesuksesan program ini, seorang tenaga pengajar senantiasa didatangkan khusus dari Indonesia melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Saat membuka perkuliahan Semester Musim Dingin tersebut, Dubes RI untu Austria Darmansjah Djumala menggarisbawahi beberapa manfaat bahwa penguasaan Bahasa Indonesia di kalangan akademisi Austria diperlukan untuk menunjang kerja sama riset dan pendidikan tinggi antar universitas kedua negara, khususnya people to people contact.

“Dengan percaturan politik saat ini dan perkembangan ekonomi yang berputar di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, pembekalan Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi modalitas bagi para mahasiswa yang pada gilirannya dapat turut memainkan peranan dalam rangka meningkatkan hubungan Indonesia dan Austria di bidang perdagangan dan investasi,” ujar Djumala, seperti dilansir Siaran Pers KBRI Wina, Senin (14/10/2019).

Penguasaan Bahasa Indonesia oleh para sarjana Austria, menurut Djumala, dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja pada instansi atau perusahaan yang diperkirakan akan banyak beroperasi di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.

Mengingat tingginya peminat untuk penguasaan Bahasa Indonesia, pada akhir 2018 program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Wina secara resmi menjadi bagian dari kurikulum Departemen Antropologi Sosial dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Wina.

Mahasiswa Universitas Wina tingkat sarjana dan pascasarjana dari berbagai fakultas dapat mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia dan memperoleh tiga kredit poin dalam sistem satuan kredit semester (SKS) atau biasa disebut di Eropa sebagai European Credit Transfer and Accumulation System Credits.

Secara keseluruhan, program BIPA yang terbuka bagi para mahasiswa dan staf di Universitas Wina pada Semester Musim Dingin 2019 kali ini dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu untuk A1, A2 dan B1/tingkat lanjut. Pengajaran Bahasa Indonesia tersebut difokuskan pada penguasaan dan pengembangan tata bahasa serta keterampilan dalam membaca dan menulis.

Progam BIPA di Universitas Wina Musim Dingin 2019, secara resmi dibuka oleh Duta Besar RI untuk Austria & Slovevia / Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional Lainnya di Wina, Dr. Darmansjah Djumala di salah satu aula Universitas Wina pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019 pukul 17.00 waktu setempat.

Acara pembukaan dimeriahkan juga dengan pemotongan tumpeng oleh Duta Besar RI dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para mahasiswa dan staf pada Departemen Antropologi Sosial dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Wina.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Peter Schewitzer, Kepala Departemen Antropologi Sosial dan Kebudayaan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Wina, menyambut baik pembukaan mata kuliah Bahasa Indonesia yang diajarkan oleh para guru/dosen program BIPA pada semester musim dingin 2019.

Program BIPA di Universitas Wina ini, nantinya akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang tertarik dengan kajian dan studi regionalisme, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, program BIPA ini merupakan alat penunjang bagi para mahasiswa, khususnya untuk memahami lebih banyak konteks pada berbagai macam subyek yang saat ini tengah mereka pelajari.

Program BIPA di Austria pertama kali digagas oleh KBRI/PTRI Wina dan Universitas Wina pada 2017. “Sebagai langkah lebih lanjut pengajaran Bahasa Indonesia, KBRI/PTRI sedang merancang dengan Universitas Wina untuk pengembangan Indonesian Corner di Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Wina yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat,” tegas Djumala. (K15)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
austria, Bahasa Indonesia

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top