Ibukota Negara Bagian Alabama Ini Pilih Walikota Kulit Hitam Pertama

Hakim kota Montgomery, Steven Reed, memenangkan pemilihan putaran kedua, mengalahkan David Woods, seorang pengusahan kulit putih yang memilikistatiun televisi lokal. Reed memenangkan 67 persen dengan selisih lebih dari 16.000 suara.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  12:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ibukota negara bagian Alabama, Montgomery, yang merupakan kota mayoritas kulit hitam dan tempat kelahiran gerakan hak-hak sipil, akhirnya memiliki walikota kulit hitam pertama dalam dua abad sejak pendiriannya.

Hakim kota Montgomery, Steven Reed, memenangkan pemilihan putaran kedua, mengalahkan David Woods, seorang pengusahan kulit putih yang memilikistatiun televisi lokal. Reed memenangkan 67 persen dengan selisih lebih dari 16.000 suara.

Foto-foto media online menunjukkan para pendukung Reed memegang kaos kampanye yang bertuliskan slogan, "Kami membuat sejarah," di kota berpenduduk sekitar 200.000, sekitar 60 persen di antaranya adalah orang Afrika-Amerika, menurut Biro Sensus AS.

"Pemilihan ini bukan tentang saya," kata Walikota terpilih Reed dalam pidato kemenangannya Selasa malam, menurut surat kabar Montgomery Advertiser yang dikutip Reuters.

“Pemilihan ini bukan hanya tentang ide saya. Ini tentang semua harapan dan impian yang kita miliki sebagai individu dan secara kolektif di kota ini," lanjutnya.

Reed juga orang merupakan Afrika-Amerika pertama yang terpilih sebagai hakim kota pada tahun 2012. Pada 2015, ia adalah menjadi hakim wasiat pertama di Alabama yang mengeluarkan ijin pernikahan sesama jenis.

Reed dijadwalkan akan dilantik pada 12 November mendatang di balai kota.

Kemenangan Reed datang di kota yang masih harus puas dengan masa lalunya. Montgomery adalah ibu kota pertama dari Negara Konfederasi Amerika pada tahun 1861.

Tahun lalu, Equal Justice Initiative membuka National Memorial for Peace and Justice dan Museum Legacy di pusat kota Montgomery untuk menghormati para korban hukuman mati tanpa pengadilan di era konflik ras setelah Perang Sipil AS.

Kota ini adalah tempat terjadinya peristiwa boikot bus, sebuah protes hak-hak sipil selama setahun yang dimulai pada tahun 1955, dipimpin oleh warga kulit hitam Rosa Parks, yang menolak menyerahkan kursinya kepada seorang kulit putih, sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang. Parks kemudian dihukum penjara.

Mahkamah Agung AS akhirnya memerintahkan Montgomery untuk mengintegrasikan sistem busnya, dan salah satu pemimpin boikot adalah Martin Luther King, Jr., yang kemudian menjadi pemimpin paling terkemuka dari gerakan hak-hak sipil Amerika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
walikota

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top