Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Irlandia Pesimistis Kesepakatan Brexit Tercapai Pekan Depan

Sejak hari pertamanya bekerja, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara konsisten mengatakan bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  10:15 WIB
Bendera Inggris Raya dan Uni Eropa di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 20 September 2019. - Reuters/ Kenzo Tribouillard
Bendera Inggris Raya dan Uni Eropa di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 20 September 2019. - Reuters/ Kenzo Tribouillard

Bisnis.com, JAKARTA -- Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar menyampaikan bahwa kesepakatan Brexit tampaknya akan sulit tercapai pada pekan depan, bersamaan dengan pertemuan Dewan Eropa pada 17-18 Oktober.

Menurut Varadkar, pada dasarnya pemerintahan Inggris saat ini hanya mengulang kembali kesepakatan yang sudah dinegosiasikan sebelumnya dengan mantan perdana menteri Inggris, Theresa May, selama 2 tahun terakhir.

"Saya akan berupaya hingga menit terakhir untuk mencapai kesepakatan dengan konsekuensi apapun. Namun, unutk mencapai kesepakatan pekan depan, saya rasa sulit," ujar Varadkar dalam pernyataan yang dia sampaikan kepada media nasional RTE, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (9/10).

Sejak hari pertamanya bekerja, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara konsisten mengatakan bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan.

Parlemen Inggris sebelumnya telah mengesahkan undang-undang yang akan menuntut Johnson untuk mengajukan penundaan Brexit kepada Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai pada 19 Oktober.

Dengan hanya 22 hari sebelum tenggat waktu 31 Oktober, masa depan Brexit masih dibayangi ketidakpastian karena posisi London dan Brussels yang saling menghindari konsekuensi dari penundaan atau no-deal Brexit.

Pada kesempatan lain, pejabat Komisi Uni Eropa Günther Oettinger mengatakan dewan eksekutif Uni Eropa sepakat bahwa strategi Brexit terbaru yang diajukan oleh negosiator Inggris tidak memberikan solusi yang memuaskan.

Oettinger menyampaikan sesaat setelah dewan eksektutif Komisi Uni Eropa bertemu dengan negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier, terkait dengan pembahasan isi proposal kesepakatan yang diajukan oleh Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top