Dorong Riset, Undiknas Denpasar Siapkan Dana Hingga Rp2 Miliar

Universitas Pendidikan Nasional Denpasar menyiapkan dana Rp1 miliar hingga Rp2  miliar setiap tahun untuk pengembangan riset. Dana tersebut juga dialokasikan untuk pemberian apresiasi kepada dosen maupun mahasiswa yang berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal nasional dan internasional terindeks serta bereputasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  13:07 WIB
Dorong Riset, Undiknas Denpasar Siapkan Dana Hingga Rp2 Miliar
Kampus Undiknas - pasca/undiknas.ac.id

Bisnis.com, DENPASAR - Universitas Pendidikan Nasional Denpasar berupaya mendorong pengembangan riset. 

Universitas Pendidikan Nasional Denpasar menyiapkan dana Rp1 miliar hingga Rp2  miliar setiap tahun untuk pengembangan riset. Dana tersebut juga dialokasikan untuk pemberian apresiasi kepada dosen maupun mahasiswa yang berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal nasional dan internasional terindeks serta bereputasi.

"Untuk beradaptasi dan responsif pada pendidikan 4.0, seluruh dosen dan mahasiswa harus diarahkan untuk berinovasi melalui riset. Riset merupakan nyawa sebuah perguruan tinggi. Para dosen dan mahasiswa harus mempunyai banyak ide dalam melakukan penelitian yang aktual, menarik dan juga kreatif," kata Rektor Undiknas Denpasar Dr Nyoman Sri Subawa di Denpasar, Minggu (6/10/2019).

Menurut Sri Subawa, semakin banyak riset yang diciptakan para dosen dan mahasiswa di dalam perguruan tinggi dapat mendorong perbaikan peringkat reputasi dari suatu universitas.

"Kami senantiasa menerapkan sistem pembelajaran berbasis riset pada bidang pendidikan dan untuk memperkuat hal tersebut, juga telah diluncurkan Student Research Community untuk mendukung kolaborasi penelitian antara mahasiswa dan dosen Undiknas untuk mengikuti kompetisi riset bagi mahasiswa," ucap Sri Subawa.

Berdasar Peraturan Rektor Undiknas, mahasiswa yang mampu mempublikasikan hasil risetnya ke dalam jurnal nasional maupun internasional akan berkompetisi untuk menjadi wisudawan/wisudawati terbaik. Reward-nya mahasiswa dibebaskan dari kewajiban penyusunan skripsi dan dapat ditetapkan sebagai wisudawan/wisudawati terbaik Undiknas.

Untuk mendorong para dosen  menyelenggarakan penelitian yang menghasilkan publikasi, Undiknas mendanai hingga Rp50juta setiap proposal penelitian yang telah lulus seleksi.

Selanjutnya, penelitian yang berhasil dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks, akan mendapat tambahan reward sampai dengan Rp20 juta sebagai insentif motivasi.

Undiknas juga menjalin kerja sama bidang penelitian dengan kampus luar negeri, yakni dengan Edith Cowan University, Australia. Masing-masing universitas sepakat mendanai 50 persen total biaya penelitian dengan luaran penelitian berupa publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat mempercayakan para dosen untuk mengadakan kolaborasi seminar atau konferensi internasional.

Universitas serta Lembaga Pendidikan di Korea pun telah menjalin kerja sama dengan Undiknas, salah satunya adalah Seol University Republic of Korea, Department of Korea Education dan Korean Institute for Education and Culture.

Salah satu klausul yang disepakati pada MoU adalah mengadakan konferensi internasional antara pihak Korea dengan Indonesia dengan Undiknas sebagai penyelenggara.

Selain itu disepakati pada Januari 2020 akan dilaksanakan pertukaran mahasiswa dengan Undiknas. "Sebanyak 50 Korean Student akan mengadakan Enrichment Program dan Culture Exchange di Undiknas dengan menggunakan fasilitas lengkap yang telah ada di Smart Solution Hall di Undiknas," ujar Sri Subawa. 
KOMENTAR

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riset

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top