Saham IPO Perusahaan Retail di Asia Tenggara Diburu Investor

Perusahaan retail perlengkapan rumah, AllHome Corp, berhasil mengantongi US$248 juta dalam IPO di Filipina pekan lalu. Perusahaan asal Filipina tersebut menjadi perusahaan ketiga yang go public tahun ini di negaranya.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  22:24 WIB
Saham IPO Perusahaan Retail di Asia Tenggara Diburu Investor
Bursa Filipina - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Di antara sejumlah perusahaan yang melantai di bursa alias initial public offerings (IPO) di kawasan Asia Tenggara, sektor retail adalah salah satu yang paling hangat diincar investor. Mereka berharap mendulang cuan dari peningkatan daya beli konsumen di Asia Tenggara.

“Pertumbuhan konsumsi domestik di Asia Tenggara menjadi topik yang menarik bagi investor ekuitas,” kata Kepala Pasar Modal Ekuitas Asia Tenggara di Credit Suisse, Ho Cheun Hon, dikutip Bloomberg pada Kamis (3/10/2019).

Perusahaan retail perlengkapan rumah, AllHome Corp, berhasil mengantongi US$248 juta dalam IPO di Filipina pekan lalu. Perusahaan asal Filipina tersebut menjadi perusahaan ketiga yang go public tahun ini di negaranya.

Selain itu, perusahaan perbaikan rumah Dohome PCL juga melakukan IPO di Thailand Juli lalu. Perusahaan asal negara gajah putih tersebut mengumpulkan US$113,3 juta dalam IPO.

Adapun Central Group, salah satu konglomerat terbesar Thailand, juga tengah merencanakan IPO dari cabang retailnya pada kuartal pertama tahun depan. IPO tersebut diperkirakan dapat meraih US$2 miliar.

IPO Central Group akan menjadi penawaran terbesar kedua dalam catatan di Thailand, setelah BTS Rail Transit Growth Infrastructure Fund senilai US$2,1 miliar pada 2013.

Menurut IFR Asia pada Januari lalu, perusahaan Mr. DIY asal Malaysia juga sedang merencanakan langkah IPO. Perusahaan produk rumah tangga dan elektronik tersebut dikatakan membidik US$500 juta.

“Retail khusus biasanya dipertimbangkan dan dianggap lebih menarik daripada retail umum. Retail khusus tidak begitu rentan terhadap gangguan e-commerce,” tambah Ho.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top