Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Simpan Bom, Dosen IPB Abdul Basith Segera Diberhentikan

Pemerintah akan memberhentikan sementara dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena diduga menyimpan bom molotov dan akan digunakan dalam sebuah aksi massa beberapa waktu lalu.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  12:59 WIB
 Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir. JIBI/Bisnis - Alif Nazzala Rizqi
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir. JIBI/Bisnis - Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan memberhentikan sementara dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena diduga menyimpan bom molotov dan akan digunakan dalam sebuah aksi massa beberapa waktu lalu.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan dosen yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akan diberhentikan sementara dari statusnya sebagai PNS berdasarkan aturan yang berlaku.

"Kalau suratnya sampai saya, kalau sudah, saya langsung berhentikan sebagai PNS sementara," kata Nasir ketika diwawancara bersama Forum Rektor Indonesia seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Menurutnya, apabila Abdul Basith terbukti melanggar pidana dan dipenjara lebih dari 2 tahun maka pemerintah akan memberhentikan atau memecatnya sebagai PNS. Pemerintah, ujar Nasir, akan menunggu keputusan hukum terkait kasus Abdul Basith.

"Ini penting, perlu kami sampaikan, inilah kita di negara hukum. Ini harus kita perhatikan betul, oleh karena itu para dosen, para PNS, di lingkungan pemerintah, khususnya Kemenristek Dikti, mari kita jaga bersama, jangan sampai terjadi yang menyebabkan anarkis," kata Nasir.

Di tempat yang sama, Rektor IPB Arif Satria mengatakan pihaknya masih menunggu surat resmi penahanan dari polisi. Surat itu, ujarnya, akan digunakan sebagai dasar untuk memberhentikan Abdul Basith secara sementara sebagai PNS.

"Jadi sekarang kami menunggu surat resmi dari kepolisian sebagai dasar untuk non-aktifkan sementara karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian. Itu peraturan pemerintah," kata Arif.

Abdul Basith diduga menyiapkan bom molotov untuk sebuah aksi bernama Mujahid 212 pada Sabtu (28/9/2019). Aksi tersebut berlangsung tanpa kericuhan atau ledakan bom molotov.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipb menristekdikti
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top