China Ultah 1 Oktober, Demonstran Hong Kong Siapkan Kado

Bara di kota Hong Kong semakin panas menghitung mundur perayaan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada Selasa, 1 Oktober. Demonstrasi besar-besaran direncanakan berlangsung di sejumlah titik utama wilayah ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 September 2019  |  11:40 WIB
China Ultah 1 Oktober, Demonstran Hong Kong Siapkan Kado
Ribuan kertas dilipat oleh pengunjuk rasa anti-pemerintah untuk menyerukan reformasi politik di Hong Kong, Cina 29 September 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bara di kota Hong Kong semakin panas saat menghitung mundur perayaan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada Selasa, 1 Oktober. Demonstrasi besar-besaran direncanakan berlangsung di sejumlah titik utama wilayah ini.

Enam distrik yang direncanakan akan kembali terpukul aksi protes adalah Wan Chai, Wong Tai Sin, Sham Shui Po, Tsuen Wan, Tuen Mun, dan Sha Tin. Sebagian besar demonstrasi kabarnya akan dimulai sore hari.

Pemerintah setempat membatalkan kembang api yang biasanya digelar tahunan di tepi pantai karena masalah keamanan, dan melarang unjuk rasa yang direncanakan oleh penyelenggara pro-demokrasi, Front Hak Asasi Manusia Sipil.

Kelompok ini telah mengajukan banding atas larangan tersebut dan keputusannya diperkirakan akan dikeluarkan pihak otoritas pada Senin (30/9/2019).

Sementara itu, Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dinyatakan akan memimpin delegasi ke Beijing pada Selasa (1/10) untuk berpartisipasi dalam perayaan itu.

Lam akan kembali ke Hong Kong pada malam hari melalui kota perbatasan Shenzhen. Selama ia pergi, pejabat nomor dua kota itu, Matthew Cheung, akan menjadi pemimpin sementara di Hong Kong.

Aksi protes keras telah mendera pusat keuangan Asia ini sejak awal Juni. Berawal dari penolakan terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi ke China, aksi ini berkembang menjadi pertentangan atas cengkeraman pemerintah China.

Pada Minggu (29/9), para demonstran membakar pintu masuk stasiun kereta bawah tanah dan melemparkan bom bensin ke pihak kepolisian ketika puluhan ribuorang  mencoba mendatangi kantor-kantor pemerintah pusat Hong Kong.

Aksi mereka disambut petugas yang menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan mereka yang telah bertahan selama dua hari berturut-turut.

Kerusuhan itu mengganggu beberapa layanan di pusat kota Hong Kong. Petugas medis tampak merawat orang-orang yang terluka di jalanan.

Menurut Otoritas Rumah Sakit kota ini, empat puluh delapan orang dibawa ke rumah sakit pada Minggu (29/9), di antaranya satu wanita yang masih dalam kondisi kritis.

“Sejumlah petugas polisi dikepung dan diserang oleh sekelompok besar pengunjuk rasa yang kejam,” ungkap kepolisian Hong Kong dalam sebuah pernyataan tentang bentrokan di luar stasiun kereta bawah tanah di daerah Wan Chai pada Minggu (29/9).

“Ketika nyawa mereka terancam serius, seorang perwira menembakkan satu tembakan peringatan ke langit untuk melindungi keselamatan mereka sendiri,” paparnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Aktivis dan penyelenggara protes Ventus Lau dikabarkan ditangkap pada Senin pagi (30/9/2019) karena dugaan pelanggaran, termasuk pengrusakan dan memasuki tanpa izin ruang Dewan Legislatif kota.

Aktor lokal Gregory Wong juga ditangkap atas tuduhan yang sama, tulis aktivis Nathan Law di halaman Facebook-nya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top