Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Akuisisi Marketo Belum Memuaskan, Pendapatan Adobe Turun

Adobe terkenal karena perangkat lunaknya mampu membantu pembuat konten. Namun belakangan, Adobe mengalihkan fokus untuk mendekati pemasar bisnis yang menargetkan perusahaan lain.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 18 September 2019  |  19:15 WIB
Adobe Systems Inc. - Reuters
Adobe Systems Inc. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan perangkat lunak Adobe Systems Inc. mengatakan bahwa pemesanan perangkat lunaknya tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan. Hal ini juga berdampak pada perkiraan pendapatan di kuarter keempat yang menurun.

Adobe terkenal karena perangkat lunaknya mampu membantu pembuat konten. Namun belakangan, Adobe mengalihkan fokus untuk mendekati pemasar bisnis yang menargetkan perusahaan lain.

Salah satu hal yang dilakukan Adobe adalah membeli perusahaan pemasar perangkat lunak Marketo senilai US$4,75 miliar tahun lalu. Namun, belum terlihat hasil yang memuaskan dari akuisisi tersebut.

“Pertumbuhan pemesanan kuartal ketiga dari Marketo di pasar menengah tidak memenuhi harapan kami,” kata Chief Executive Officer Shantanu Narayen pada para analis, seperti dikutip Reuters.

Perusahaan teknologi besar berlomba-lomba mendapatkan pangsa pasar cloud, yang menurut perusahaan riset Canalys Cloud Channels Analysis bernilai US$28 miliar pada kuartal kedua.

Adobe adalah penyedia perangkat lunak cloud terbesar ketiga di dunia dengan pangsa pasar 9,3 persen. Pada peringkat pertama, terdapat Microsoft Corp yang menyumbang 17,8 persen dari keseluruhan pasar, diikuti oleh Salesforce sebesar 12,5 persen.

Adobe mengatakan, pihaknya memperkirakan pendapatan sekitar US$2,97 miliar pada kuartal keempat, di bawah perkiraan US$3,03 miliar, menurut data IBES dari Refinitiv.

Penghasilan dari unit media digitalnya, yang merupakan rumah bagi perangkat lunak pengedit gambar Photoshop, naik 22 persen menjadi US$1,96 miliar pada kuartal ketiga. Namun, peningkatan ini menjadi yang terlambat secara year-on-year (yoy) dalam setidaknya dalam 10 kuartal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

software
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top