ECB Gelontorkan Stimulus, Sentimen Investor atas Ekonomi Jerman Membaik

Indeks ekspektasi ZEW untuk 6 bulan ke depan naik menjadi minus 22,5, dibandingkan dengan minus 44,1 bulan lalu. Indeks harapan untuk zona euro juga membaik, meskipun ukuran untuk kondisi saat ini di Jerman memburuk.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 September 2019  |  11:59 WIB
ECB Gelontorkan Stimulus, Sentimen Investor atas Ekonomi Jerman Membaik
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA -- Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Jerman membaik setelah Bank Sentral Eropa (ECB) meningkatkan stimulus moneter untuk zona euro dan ketegangan geopolitik sedikit berkurang.

Indeks ekspektasi ZEW untuk 6 bulan ke depan naik menjadi minus 22,5, dibandingkan dengan minus 44,1 bulan lalu. Indeks harapan untuk zona euro juga membaik, meskipun ukuran untuk kondisi saat ini di Jerman memburuk.

Kontraksi pada kuartal kedua tahun ini membawa ekonomi terbesar Eropa tersebut ke ambang resesi, di mana pertumbuhan global yang melambat serta dampak perang dagang antara AS-China menyerang industri manufaktur.

Sejumlah perusahaan termasuk Continental, Lufthansa dan Daimler telah memangkas proyeksi bisnis mereka dengan peringatan penurunan selanjutnya.

"Perbaikan ini bukan berarti kekhawatiran terhadap perkembangan ekonomi Jerman sudah reda. Namun risiko intensifikasi dari dampak konflik dagang AS dan China terbukti tidak menjadi kenyataan," ujar pernytaan Direktur ZEW Achim Wambach, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (17/9/2019).

Wambach mengatakan langkah stimulus ECB juga meredakan kekhawatiran investor.

Prospek pertumbuhan yang memburuk dan indikasi bahwa ECB akan memaksakan dirinya melampaui batas telah memicu permintaan untuk stimulus fiskal yang lebih besar.

Namun, Kanselir Angela Merkel telah menolak langkah tersebut, mengatakan bahwa Jerman tidak kekurangan uang untuk investasi dan ada proyek yang cukup dalam rencana pembangunan pemerintah.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan pekan lalu bahwa Jerman akan mempertahankan anggaran yang seimbang tetapi siap untuk bertindak pada saat krisis.

Pembuat kebijakan di ECB pekan lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga dan melanjutkan pembelian obligasi untuk memberikan dorongan pertumbuhan kawasan euro dan inflasi, meskipun pelonggaran kuantitatif ditentang oleh beberapa pejabat termasuk Gubernur Bundesbank Jens Weidmann.

Setelah pertemuan itu, Gubernur ECB Mario Draghi mengatakan sudah waktunya bagi kebijakan fiskal untuk mengambil alih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jerman

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top