Pangeran Muhammad bin Salman : Arab Saudi Mampu dan Akan Membalas Serangan ke Aramco

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan kerajaan mampu dan akan membalas serangan terbaru yang diklaim oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman terhadap dua kilang minyak negara tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 September 2019  |  13:43 WIB
Pangeran Muhammad bin Salman : Arab Saudi Mampu dan Akan Membalas Serangan ke Aramco
Asap terlihat dari kebakaran yang terjadi di pabrik Saudi Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, Sabtu (14/9/2019). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan kerajaan mampu dan akan membalas serangan terhadap dua kilang minyak negara tersebut.

Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman. 

Menurut laporan media pemerintah, pernyataan Pangeran Muhammad bin Salman  (MBS) itu disampaikannya kepada Presiden AS Donald Trump.

"Kerajaan bersedia dan mampu menghadapi dan menangani agresi teroris ini," kata Muhammad bin Salman (MBS) kepada Trump dalam satu hubungan telepon kemarin, menurut Badan Pers Saudi (SPA) seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (15/9/2019).

MBS merujuk pada serangan pesawat tak berawak atas dua fasilitas minyak Saudi Aramco milik kerajaan kemarin. Serangan itu memicu kebakaran besar dan mengganggu pasokan energi global.

Menurut pernyataan Kedutaan Saudi di Washington, DC, Trump mengatakan kepada MBS bahwa AS siap bekerja sama dengan kerajaan untuk melindungi keamanannya setelah serangan drone.

Dalam percakapan lewat telepon, Trump juga mengatakan kepada MBS bahwa serangan itu merugikan AS dan ekonomi global, demikian dikutip SPA.

Gerilyawan Houthi,  yang telah berperang melawan koalisi pimpinan Saudi-UEA dalam perang saudara yang sedang berlangsung di Yaman sejak 2015, bertanggung jawab atas serangan pada dini hari tersebut.

Serangan dilakukan oleh 10 drone dan menyebabkan kebakaran di fasilitas di Abqaiq, komleks pemrosesan minyak terbesar di dunia dan di wilayah Khurais.

Serangan itu terjadi ketika Arab Saudi yang merupakan pengekspor minyak mentah terbesar di dunia tengah bersiap untuk melakukan penawaran umum saham perdana Aramco. Riyadh mengatakan kebakaran itu sudah dapat dikendalikan.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Teheran berada di balik hampir 100 serangan terhadap Arab Saudi, sedangkan para pemimpin Iran berpura-pura terlibat dalam diplomasi. Dia menegaskan tidak ada bukti serangan datang dari Yaman.

Riyadh menuduh Teheran memasok rudal dan drone untuk kelompok Houthi yang digunakannya dalam serangan ke sejumlah kota Saudi. Akan tetapi, tuduhan itu ditolak Iran dan kelompok itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saudi aramco, arab saudi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top